Oktober 4, 2022
Spread the love

Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Jakarta, baru-baru ini menyuarakan alasan utama tingginya harga pangan di Indonesia. Menteri Perdagangan Zulkifli mengatakan kenaikan tajam harga pangan disebabkan ketergantungan yang tinggi terhadap impor.

Menteri Perdagangan Zulkifli kepada wartawan, Kamis (16/6) di Pasar Sibupur, Jakarta Timur, “Masalah utama kita adalah ketergantungan kita yang tinggi terhadap impor pangan. Sebagian besar impor kita adalah masalah utama kita.” slot pragmatic

Menteri Perdagangan Zulkifli menjelaskan, kenaikan harga daging ayam menjadi Rp 26.000 per kg dari sebelumnya Rp 21.000-22.000 per kg karena lonjakan harga pakan ternak. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, harga jagung impor yang merupakan komponen pakan ternak naik signifikan.

”Nah, cuma saya yang jadi penyebab ayam tinggi? Sepertinya pakannya, pakannya jagung, dan ada juga yang impor,” jelasnya.

Selain daging ayam, Menteri Perdagangan Zulkifli mengatakan harga tempe naik menjadi Rp 12.000 dari sebelumnya Rp 7.000. Hal ini disebabkan kenaikan harga kedelai impor sebagai bahan baku makanan favorit dua orang tersebut.

Ia menjelaskan, “Awalnya produksi kedelai naik 1 ton, tadinya kurang dari Rp 1 juta, tapi sekarang sudah mendekati Rp 1,3 juta per ton.”

Sejak saat itu, harga daging sapi di pasar Sibupur masih tinggi, dengan harga rata-rata 140.000 rubel per kg. Menteri Perdagangan Zulkifli mengklasifikasikan produk daging sapi sebagai makanan impor.

Dagingnya diimpor,” katanya.

Menteri Perdagangan Zulkifli juga mengakui Kementerian Perdagangan tidak mudah mengatasi masalah harga pangan. Mengingat dibutuhkan sinergi antar kementerian terkait untuk mengurangi ketergantungan impor.

Secara khusus komoditas cabai merah adalah Rp 110.000 per kilogram.

“Jujur saya kaget. Hampir semua kebutuhan pokok sudah naik,” katanya kepada wartawan di Pasar Sibupur, Jakarta Timur. , pada hari Kamis. 16/6)

Selain cabai, produk ayam juga naik menjadi Rp 29.000 per kilogram. Biasanya, makanan berprotein tinggi dijual antara Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per kilogram.

Dia menambahkan, “Telur kemarin Rp 26.000, tapi sekarang rata-rata Rp 29.000 per kg.”

Pengusaha minyak goreng itu sempat mengingatkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hassan tentang permasalahan seputar sektor yang dipimpinnya. Meskipun ada basis politik yang sebelumnya ditinggalkan.

Ketua GIMNI Shat Sinaga mengatakan ada persoalan yang perlu dibenahi. Tantangan Zulkifli Hassan.

Sahat mengatakan Menteri Perdagangan Zulzulz menghadapi masalah distribusi komitmen pasar lokal (DMO). Dia bertanya-tanya apakah orang baru bisa mengambil alih posisi Menteri Perdagangan.

Namun, dia enggan menjamin kemampuan Mendag yang baru menjabat sore itu. Ia berharap Zulhas bisa beradaptasi dengan permasalahan yang ada.

”Wah, saya tidak yakin (kemampuan berorganisasi). Mudah-mudahan bisa cepat terbiasa,” ujarnya.

Apalagi, dia melaporkan mantan Menteri Perdagangan itu sudah menyerah dengan alasan hukum. Setelah itu, Luhut Binsar Panjitan, Menteri Koordinator Penanaman Modal Maritim, juga selesai.

Diantaranya, kami memutar roda ekspor minyak sawit (CPO) dan membeli karangan bunga segar dari petani.

Kemudian harga CPO Malaysia turun di bawah $1.500 per ton karena kuatnya aktivitas minyak sawit di Indonesia. Namun, ini dianggap sementara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.