Oktober 4, 2022
Spread the love

Menteri Koordinator (Menko) DKI Jakarta Luhut B.

Menteri Mark Harpers menyampaikan apresiasi atas kinerja Indonesia dalam menghadapi pandemi dan pemulihan ekonomi makro.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas perkembangan kerja sama kedua negara di bidang maritim, khususnya di bidang pelabuhan, air dan energi terbarukan. judi bola 88s

Secara khusus, kedua delegasi menyampaikan harapannya agar kerjasama dengan Otoritas Pelabuhan Belanda Rotterdam (Pelabuhan Rotterdam) terus berlanjut dan meningkat dalam pengembangan pelabuhan di Indonesia.

Luhut mengatakan pada Sabtu (4/6/2022) ”Kerjasama bilateral Indonesia-Belanda di bidang pengelolaan kelautan dan perairan yang selama ini berjalan baik, juga tercermin dari keinginan kita untuk memperpanjang perjanjian kerja sama maritim”. Sampai 2025.” .

Menko Luhut juga mendesak Belanda untuk mendukung pembangunan Ibukota Nusantara (IKN) dengan bertukar pengalaman dan memperluas investasi ekonomi hijau, termasuk program blended finance.

Pengembangan IKN tidak hanya membangun infrastruktur perkotaan baru, tetapi juga memberikan aspek sosial dan ekonomi bagi penghuninya. Menteri Mark Harpers berjanji: “Kita harus mempersiapkan sebaik mungkin dan Belanda siap membantu Indonesia dalam hal ini.”

Di akhir pertemuan, Menteri Mark Harpers menyambut baik undangan Luhut untuk berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat.

Menkeu dan Menkeu berencana bersama-sama menyelenggarakan Forum Maritim Bilateral RI-Belanda ke-4 yang dihadiri oleh delegasi dari kedua negara untuk membahas kerja sama maritim secara lebih spesifik dan profesional.

Forum maritim bilateral antara Rusia, India dan Belanda merupakan salah satu bentuk implementasi dari Nota Kesepahaman tentang kerjasama maritim antara kedua negara. Pertemuan terakhir diadakan pada 2019 tetapi tertunda tiga tahun karena pandemi.

Menteri Koordinator Penanaman Modal Maritim Luhut Binsar Panjaitan, atau Menteri Koordinator Luhut, berbagi cerita usai bertemu dengan investor Belanda.

Dalam kesempatan itu, Menko Luhot mendesak perusahaan-perusahaan Belanda untuk meningkatkan investasinya di Indonesia, termasuk proyek-proyek seperti Nusantara Capital atau IKN.

Menko Luhut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6 Januari 2022) mengatakan, “Indonesia dan Belanda memiliki sejarah yang panjang dan ini merupakan cara penting untuk memperkuat kerja sama kedua negara.

Secara khusus, Menko Luhot mendesak investor Belanda untuk berkontribusi dalam pengembangan IKN menjadi kota cerdas dan hijau dengan bertukar pengalaman dan memperluas investasi di ekonomi hijau, termasuk program blended finance.

Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda, Mark Harpers, menanggapi positif permintaan tersebut. Dia mengatakan siap membantu membangun ibu kota, Batu, dan memberikan beberapa saran.

Mark mengatakan, “Pengembangan IKN tidak hanya membangun infrastruktur perkotaan baru, tetapi juga memberikan aspek sosial dan ekonomi penduduk. Ini harus dipersiapkan semaksimal mungkin dan Belanda siap mendukung Indonesia di bidang ini. Minat .” Harper.

Belanda juga mencari kerja sama yang erat, memanfaatkan dialog antara Menteri Koordinator Luhut dan CEO perusahaan-perusahaan utama. Diantaranya pembangunan Teluk Jakarta, pembangunan jembatan pasang surut NTT dan konversi energi.

Pembicaraan tersebut juga bertujuan untuk membahas perkembangan kerja sama kedua negara, terutama untuk pengembangan pelabuhan, air dan energi terbarukan.

Kedua delegasi menyampaikan harapannya untuk melanjutkan dan meningkatkan kerjasama dengan Otoritas Pelabuhan Rotterdam (Port of Rotterdam) Belanda dalam pengembangan pelabuhan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.