Februari 3, 2023
Spread the love

Sebanyak 24 tenaga kontrak kerja (TKK) dari 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada di lingkup Pemkot atau Pemkot Bekasi akan di-PHK mulai Mei 2022.

Sajekti Rupia, Penanggung Jawab Humas Kota Bekasi, menjelaskan puluhan TK yang dikeluarkan karena berbagai alasan seperti kurang disiplin di tempat kerja dan pengunduran diri. slot indo

Menurut Sajekti, sebelum pemecatan itu, Pemkot Bekasi melakukan beberapa langkah terlebih dahulu sesuai dengan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 72 Tahun 2018 terkait amandemen tata cara tunjangan pekerja kontrak Wali Kota Bekasi Nomor 42 Tahun 2017. , sebelum pemecatan. di lingkungan pemerintah Bekasi.

Baca juga

Berita populer lainnya pekan lalu adalah berita dari mulut ke mulut dari seorang istri di media sosial Twitter bahwa suaminya, seorang polisi, berselingkuh dengan seorang polisi wanita. Akibatnya, hukuman dijatuhkan.

Suaminya dikenal sebagai polisi yang bekerja di Polda Metrojaya. Sedangkan jumlah wanita selingkuhan dilimpahkan ke Biro Perhubungan Metro Bulda Gaya.

Menurut Manajer Angkutan Kombes Polda Metro Jaya Pol Sambodo Purnomo Yogo, kasus tersebut ditangani oleh Dinas Propam Polda Metro Jaya. Para pelaku juga dipecat secara memalukan berdasarkan hasil persidangan polisi profesional atas kode etik mereka.

Secara terpisah, Kabag Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, isu virus di Twitter terjadi pada 2019. Sedangkan pelakunya adalah Brigadir A dan Bripda RPH.

Sementara itu, pengemudi Pajero William Janney mengaku menjadi korban pencemaran nama baik setelah video dirinya berdebat dengan Sopir Yaris viral di media sosial. Pengguna internet dikatakan mencari informasi pribadi tentang diri mereka dan keluarga mereka.

William mengaku terkejut dengan perilaku netizen. Sebenarnya, dia hanya punya satu masalah. William berpendapat bahwa itu hanyalah masyarakat sipil biasa. Banyak orang mengatakan bahwa mereka mirip dengan anggota dalam penampilan.

Sebanyak 24 pekerja kontrak (TKK) diberhentikan di 14 organisasi daerah (OPD) di bawah Pemerintah Kota Bekasi (Pimkot). Bab ini berlaku mulai Mei 2022.

Sajekti Rubiyah, Kepala Humas Pemkot Bekasi, mengatakan puluhan TKK dipecat karena berbagai alasan, termasuk disorganisasi dan pengunduran diri di tempat kerja.

Sazekti mengatakan dalam keterangannya pada Minggu, 22 Mei 2022, “kami dipecat karena kebanyakan dari mereka disiplin dan mengundurkan diri tanpa masuk kerja.”

Sebelum dipecat, kata dia, pemerintah Bekasi telah melakukan beberapa langkah terlebih dahulu, berdasarkan Peraturan Walikota Bekasi Nomor 72 Tahun 2018, yang diubah menjadi Peraturan Walikota Nomor 42 Tahun Bekasi 2017 tentang tata cara kesejahteraan pekerja kontrak di Kota Bekasi. pemerintah.

Sajekti mengatakan “Berdasarkan informasi yang diterima, Badan Pengembangan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi telah meminta pejabat kepegawaian Kantor Operasi dan Pengembangan (OPD) untuk mengeluarkan surat perintah pemberhentian bagi TKK. “

Baca lebih banyak…

Komentar sang istri diposting di Twitter karena suaminya, yang bekerja untuk polisi, telah berselingkuh dengan wanita lain.

Keduanya diketahui sebagai anggota Satpol PP Polda Metro Jaya. Sedangkan jumlah wanita selingkuhan dilimpahkan ke Biro Perhubungan Metro Bulda Gaya.

Manajer Perhubungan Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, hal tersebut sudah ditangani oleh Propam Polda Metro Jaya. Para pelaku juga dipecat secara memalukan berdasarkan hasil persidangan polisi profesional atas kode etik mereka.

Sambudo mengatakan dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 23 Mei 2022, “Permasalahan itu sudah ditangani oleh Propam dan pelaku sudah ada sidang kode etik dan berada di PTDH. Hubungi Propam untuk keterangan lebih lanjut,” kata Sambudo.

Secara terpisah, Direktur Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol menjelaskan. Endra Zulpan mengungkapkan kasus virus di Twitter adalah kasus 2019, dan pelakunya adalah Brigadir A dan Bripda RPH.

Kepada wartawan, Zulpan, Senin, 23 Mei 2022, mengatakan, ”Kasus ini sudah ditangani Polda Metro Jaya. Baik laki-laki sudah disidangkan dalam sidang disiplin maupun dalam kode etik.”

Baca lebih banyak…

Pengemudi Pajero William Jani mengaku menjadi korban pencemaran nama baik setelah video dirinya melawan seorang pengemudi Yarisviral diposting di media sosial. Pengguna internet dikatakan mencari informasi pribadi tentang diri mereka dan keluarga mereka.

Hal itu disampaikan William Jani usai melakukan mediasi dengan korban pemukulan Johannes Aditya Susanto di Polda Metro Jaya pada Senin, 23 Mei 2022.

William berkata, “Netizen mencari keluarga saya, dan keluarga saya juga mencari pekerjaan pengasuhan anak dan perusahaan seperti apa saya bekerja, tetapi itu tidak masalah.”

William mengaku terkejut dengan tindakan netizen. Padahal, dia hanya bertengkar dengan satu orang.

“Aku bingung kenapa dia sms padahal cuma aku dan kakak John. Tapi sampai aku tahu. Dulu kamu kuliah dimana, kamu nggak kerja apa-apa di Amerika?” katanya.

William berpendapat bahwa itu hanyalah masyarakat sipil biasa. Banyak orang mengatakan bahwa mereka mirip dengan anggota dalam penampilan.

Bahkan, dia berkata, “Jika orang mengatakan saya anggota, saya bukan hanya anggota, saya hanya warga negara biasa.”

Baca lebih banyak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *