November 30, 2022
Spread the love

Microsoft merilis laporan Indeks Sikap Bisnis tahunan kedua bertajuk “Harapan Besar: Menciptakan Operasi Bisnis Hibrida”.

Laporan ini memberikan wawasan untuk mengakomodasi organisasi yang terus berkembang di tengah perubahan dan gangguan bisnis yang konstan. Jumlah responden laporan tersebut adalah 31.000 dari 31 negara, termasuk Indonesia.

“Kami tidak lagi sama seperti ketika kami mulai bekerja dari rumah pada awal 2020,” kata Wahjudi Purnama, kepala Grup Bisnis Modern Kerja dan Keamanan Microsoft Indonesia. Ini telah mengubah cara kami melakukannya secara dramatis.” . slot game

Jadi, menurut Waghoudi, tantangan bagi setiap organisasi adalah menyeimbangkan kinerja bisnis sambil memenuhi harapan karyawan dalam lingkungan ekonomi yang tidak menentu.

Mengacu pada data untuk Indonesia, laporan Indeks Tren Bisnis mengungkapkan lima tren utama.

Kami mengakui bahwa 48% karyawan Indonesia cenderung memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan daripada pekerjaan sebelum pandemi. Penyesuaian besar juga belum berakhir. Milenial Indonesia dan 53% millennial cenderung mempertimbangkan untuk berganti pekerjaan tahun ini.

Hingga 60% pemimpin Indonesia mengatakan mereka berencana untuk kembali ke posisi penuh waktu di kantor (WFO) tahun depan, lebih tinggi dari 50% data global. Namun, 66% pekerja Indonesia cenderung mempertimbangkan untuk beralih ke telecommuting atau pekerjaan campuran.

41% karyawan hybrid di Indonesia mengatakan tantangan terbesar mereka adalah mencari tahu kapan dan mengapa harus datang ke kantor. 40% pemimpin lainnya bersama-sama setuju untuk mendefinisikan standar baru ini.

Hingga 62% karyawan Indonesia terbuka untuk menggunakan ruang digital yang imersif sebagai fasilitas pertemuan, lebih tinggi dari data global sebesar 52%.

Hingga 49% pemimpin Indonesia mengatakan membangun hubungan adalah tantangan terbesar di era pekerjaan hybrid. Selain itu, 65% pekerja karantina di Indonesia mengatakan mereka mempertimbangkan untuk pindah perusahaan tahun depan, dibandingkan dengan 56% secara global.

Seperti yang diumumkan sebelumnya, Komisi Disabilitas Nasional telah secara resmi bergabung dengan Program Microsoft Enabler, sebuah inisiatif yang berfungsi sebagai platform bagi organisasi nirlaba, mitra pemberi kerja, dan penyandang disabilitas di kawasan Asia Pasifik untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.

Dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Aksesibilitas Sedunia yang jatuh pada tanggal 20 Mei, diadakan pula acara bertajuk ‘Microsoft Indonesia Accessibility Forum’.

Indonesia menjadi negara ketujuh yang berpartisipasi di program Microsoft Enabler setelah Filipina, Korea Selatan, Selandia Baru, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand. Komisi Nasional Disabilitas, dalam inisiatif ini, menjadi mitra pertama di Indonesia.

Microsoftdan Komisi Nasional Disabilitas akan berkolaborasi aktif, terutama dengan organisasi penyandang disabilitas, Kementerian Tenaga Kerja, dan Pemerintah Daerah.

ICA juga optimis bahwa teknologi akan memungkinkan penyandang disabilitas untuk melakukan berbagai jenis tugas di berbagai bidang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *