November 29, 2023
Spread the love

Mike Tyson telah pensiun dari tinju profesional selama bertahun-tahun. Namun, ‘binatang buas’ yang tersembunyi di dalam tidak hilang sepenuhnya, dan kekuatan besar baru-baru ini muncul kembali untuk mencari korban, dan Rafael Cordero yang menghadapi Tyson juga menjadi korban.

Seperti yang dilaporkan Marca, pukulan kuat Mike Tyson hampir menghancurkan mulut pelatih. Tyson mengunggah kejadian itu ke akun Instagram-nya. Dalam video yang berdurasi beberapa detik itu, Tyson terlihat meninju sarung tangan Cordeiro dengan kuat. togel hari ini

Namun, pukulan Tyson menjadi begitu kuat sehingga sarung tangan Cordero jatuh ke mulutnya, itu bukan pukulan langsung, tetapi kecelakaan itu cukup untuk meludahkan bibir Cordero.

“Ya…itu terjadi hari ini. Anda bermain api. Itu saja,'” kata Cordero dalam video tersebut.

Sebagai tanggapan, Mike Tyson mengatakan dalam keterangan video yang diunggahnya, “Jika Anda bermain api, Anda akan terbakar.

Tyson jauh dari kata muda untuk seorang petinju. Pria tersebut kini berusia 55 tahun, lahir di Brooklyn, New York, namun belakangan ini Tyson telah bekerja keras untuk mengasah kemampuannya.

Pria berjuluk ‘Leher Beton’ itu kembali berlatih seperti biasa dua tahun lalu jelang pameran bersama Roy Jones Jr. Saat itu, keduanya memainkan pertandingan babak kedelapan dan memasuki ring amal, dan pertandingan berakhir imbang dengan wasit yang masing-masing mencetak gol. Chad Dawson (76-76), Christie Martin (Tyson 79-73), dan Vinnie Fazienza (Jones Jr. 76-80).

April lalu, Mike Tyson membuat keributan dengan seorang penumpang di pesawat sebelum menampar wajah pelatihnya. Juara tinju kelas berat termuda di dunia mengalahkan seorang pria muda yang melecehkannya dalam perjalanan dari San Francisco ke Florida.

Perselingkuhan dimulai ketika Mike Tyson menaiki kelas bisnis yang nyaman, dan kehadiran Tyson menarik perhatian penumpang yang duduk di belakangnya. Dalam video yang dengan cepat menyebar setelah insiden itu, seorang pria terlihat berulang kali memprovokasi Tyson.

Awalnya, Tyson tidak menanggapi. Tapi pria itu tidak berhenti. Kesal, Tyson bangkit dari kursinya dan berbalik untuk menepuk pria itu dengan tinjunya. Dia berulang kali menampar wajah Tyson sebelum dipotong oleh penumpang lain yang mencoba menenangkannya.

Penumpang yang menghalangi Tyson dalam kecelakaan itu menderita memar dan luka di wajahnya.

Menanggapi kasus ini, Kantor Kejaksaan Distrik San Mateo mengatakan tidak mengajukan gugatan terhadap Tyson, seperti yang dilaporkan Sky News. Kedua belah pihak juga sepakat untuk tidak saling menuntut.

Sebelumnya, kejaksaan telah mengumpulkan berbagai informasi terkait kasus tersebut, seperti pengumpulan video. Dia mengambil langkah ini setelah menerima laporan polisi dari Departemen Kepolisian San Francisco dan Kantor Sheriff Kabupaten San Mateo.

“Berdasarkan keadaan seputar konfrontasi, kami telah memutuskan untuk tidak menuntut Tyson,” kata Kantor Kejaksaan Distrik San Mateo dalam sebuah pernyataan.

“Termasuk tindakan korban yang menyebabkan kejadian tersebut, interaksi antara (Mike) Pak Tyson dengan korban, serta permintaan korban dan Pak Tyson untuk tidak menuntut kasus tersebut. Saat ini kami sedang mempertimbangkan kasus ini. Selesai,” tambah jaksa.

Tyson menjadi juara dunia di usia 20 tahun 150 hari. Ia memenangkan sabuk juara kelas berat versi WBC dengan menyingkirkan Trevor Verbick di ronde kedua pada 22 November 1986.

Sejak saat itu, namanya terus menanjak. Dia pada gilirannya memenangkan gelar tinju kelas berat. Di tahun 90-an, tidak ada yang mengenal Mike Tyson. Namanya telah disambut di Indonesia dan belahan dunia lainnya. Duel demi anggar memang ditunggu-tunggu oleh publik.

Tyson dikenal sebagai petinju kelas berat dengan pukulan “killer”. Gerakan anggun membuat lawan sulit mendekat. Kecepatan memukul, bersama dengan kekuatan yang kuat, adalah kunci leher beton yang menyingkirkan lawan Anda dari ring.

Namun bukan pukulan lawannya yang melumpuhkan Tyson. Tantangan terberat sebenarnya datang dari kehidupan sehari-hari, dan Tyson sering kalah. Tidak hanya perilakunya yang ‘sembrono’ membawanya ke beberapa masalah. Itu juga menghancurkan karirnya dan merusak nama besarnya.

Di luar ring, Tyson memiliki beberapa masalah di lapangan. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga pemerkosaan hingga perkelahian jalanan. Keuangannya hancur. Pada tahun 2003, Tyson mengaku pailit dan mengajukan pailit di Manhattan, AS.

Dalam tinju profesional, Tyson dipermalukan dengan menggigit telinga lawannya, Evander Holyfield, dan setelah banyak kekalahan, Tyson akhirnya memutuskan untuk pensiun pada 2005 setelah kalah dari Kevin McBride di Amerika Serikat. Mike Tyson mencetak rekor 50(44KO)-6(5KO)-0.

Tyson perlahan kembali. Dengan sisa kekuatannya, dia membangun kembali hidupnya. Selain tinju, pria yang mengubah namanya menjadi Malek Abdulaziz ini juga terlibat dalam berbagai aktivitas di saluran YouTube-nya, mulai dari terjun ke industri film hingga menggarap podcast hot box.

Baru-baru ini, Tyson sedang mengerjakan serial dokumenter tentang dirinya yang berjudul Hulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *