November 30, 2022
Spread the love

Bandara Paser memiliki potensi untuk mendukung konektivitas regional sekaligus pengembangan Ibukota Negara (IKN) Nusantara di kawasan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara.

Namun, hingga saat ini, belum jelas apakah pembangunan bandara yang berada di atas lahan seluas 213 hektar itu akan dilanjutkan. Pasalnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang mengkaji bisnis yang dihentikan sementara sekitar akhir tahun lalu. Tapi itu tidak datang sampai awal Juni. judi bola slot

Enayatullah membenarkan kelanjutan pembangunan bandara tersebut dan mengatakan, Direktur Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Basir bahwa perkembangan terakhir dilakukan melalui komunikasi dengan Kementerian Perhubungan. Dia mengatakan masih rapat internal.

Baca juga

Pemerintah Kabupaten Paser terus mengambil langkah strategis untuk mempercepat pembangunan bandara. Selain bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen) dan Kementerian Perhubungan. Namun, dia juga menghubungi Layanan Penilaian Lalu Lintas pada bulan Maret.

Dia mengatakan Otoritas Pengkajian Transportasi memiliki kemampuan untuk memberikan kebijakan anggaran untuk semua pembangunan fisik, darat, laut dan udara di Indonesia.

Inayatullah mengatakan, Minggu (5/6/2022) ”Kalau nanti bandara terus kita bangun, anggaran negara akan digunakan.”

Setidaknya ada beberapa langkah lagi yang sedang dibahas secara internal oleh DOT terkait lambatnya progres pembangunan bandara. Kemudian lagi akan ada undangan resmi kepada Bupati Perhubungan Udara dari Paser, Dishub, Bappedalitabang dan BKAD.

“Status bandara terbaru akan kami tunjukkan nanti. Setelah itu, akan ada kunjungan sementara (Menhub) lokal untuk melihat hasil pertemuan dengan pemerintah setempat. Terakhir, undangan resmi akan dihubungi dalam waktu dekat. bulan ini,’ kata Enayatullah.

Penundaan pembangunan bandara yang sedang berlangsung adalah enam tahun. Saya mendengar bahwa konstruksi dimulai pada 2013 dan 2016. Pembangunan harus dihentikan karena masalah hukum seperti korupsi.

Saat itu, Polda Kaltim menetapkan empat tersangka. Ia adalah Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Perhubungan Udara Dishub Kabupaten Paser, pengawas proyek dan presiden perusahaan yang melaksanakan proyek tersebut. Saat itu, pembangunannya dianggarkan sebesar Rp 482 miliar dan diakuisisi oleh APBD Kabupaten Paser, APBD Kaltim dan APBN.

Bandara ini terletak di desa Rantau Panjang di kecamatan Tana Grogot. Terlihat kondisi fisik bangunan sudah rusak. Antara pondasi dan tembok terlihat rapuh, sekitar 7-10 cm, belum lagi awal mulanya ditumbuhi semak belukar.

Bandara ini diketahui masuk dalam masterplan pengembangan bandara nasional. Bandara Paser juga dikenal beroperasi sebagai bandara pengumpan (bisa dikatakan) dari tiga bandara. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sipinggan Balikpapan, Bandara Aji Pangeran Tumngong Pranuto Samarinda, dan Bandara Simsudin Nur Banjarmasin.

Kabupaten Paser juga diketahui berbatasan secara geografis sejak berdirinya IKN Nusantara. “Ya, IKN ini juga bisa mempercepat pembangunan bandara yang sedang berjalan,'” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *