Desember 4, 2022
Spread the love

Nasib bek Thailand yang berubah menjadi provokasi yang membuat timnas Indonesia mendapat kartu merah

Bek Timnas U-23 Thailand, Jonathan Khimde, mengakui akibat dari tindakan provokatifnya pada semifinal SEA Games 2022 melawan Timnas Indonesia U-23. slot online

Terus terang, Jonathan Khandi mengaku membuat tim U-23 Indonesia menginspirasi.

Upaya provokatifnya untuk tim U-23 Indonesia membuat Jonathan Khimdi menjadi salah satu netizen Indonesia di Instagram.

Sampai batas tertentu, Khemdee harus kehilangan akun Instagram-nya dengan nama pengguna @JonathanKhemdee17 dan sudah memiliki lebih dari 50.000 pengikut.

Alasan menghilangnya akun Instagram bek setinggi 190cm itu berkat ulah para netizen yang berbondong-bondong memublikasikannya.

Earth menelan akun Instagram dan Jonathan Khemdee juga membuat akun Instagram baru @Jonathan.Khemdee_.

Khimdi mengaku atau meminta maaf di akun Instagram barunya atas kesalahan memprovokasi tim U-23 Indonesia melawan Thailand.

Jonathan Khemi mengimbau warganet Indonesia untuk tidak melaporkan akun Instagram barunya agar tidak hilang lagi.

Mengutip Instagram story-nya, Jonathan Chemi menulis pada 19 Mei 2022, “Maaf Indonesia. Jangan laporkan lagi di postingan Instagram saya.”

“Pertama-tama, saya meminta maaf kepada semua penggemar sepak bola, terutama Indonesia atas apa yang seharusnya tidak saya lakukan di lapangan sebelumnya.”

“Ya, saya minta maaf atas apa yang saya lakukan. Harap dipahami bahwa manusia tidak kebal terhadap kesalahan.”

Selain itu, Jonathan Khemy mengaku puas dengan Thailand yang berhasil mengalahkan Timnas U-23 Indonesia 1-0 di semifinal dan melaju ke final Southeast Asian Games 2021.

Namun, Khimdi merasa bersalah atas provokasi yang dilakukannya saat Thailand menjegal tim U-23 Indonesia.

Maka dari itu, pesepakbola yang mengusung klub Denmark Odense BK itu menghimbau kepada seluruh pecinta sepak bola untuk membuka pintu toleransi.

Bahkan, Jonathan menanyakan kepada Khamidi langkah baik apa yang harus diambilnya untuk menerima permintaan maaf dari para penggemar sepak bola.

Jonathan Khemy menambahkan, “Saya senang timnas Thailand bisa melaju ke final Southeast Asian Games 2021.”

Di sisi lain, perilaku saya di stadion melawan Indonesia di semifinal sangat disesalkan.”

“Sekali lagi, saya minta maaf kepada para penggemar. Penggemar sepak bola Thailand, penggemar sepak bola Indonesia, dan penggemar sepak bola semuanya meminta maaf atas tindakan saya.

“Apa yang bisa saya lakukan untuk membuat kalian semua memaafkan saya?”

Chronicles of the Rain Kartu Merah

Sejumlah pemain Indonesia U-23 banyak memperebutkan pole position dari Thailand di semifinal Southeast Asian Games 2021.

Peristiwa itu terjadi saat pertandingan antara Indonesia U-23 melawan Thailand di babak semifinal Southeast Asian Games 2021 hingga babak perpanjangan waktu pada menit 120+3.

Bek kiri Indonesia U-23 Vija Andeka memblok pergerakan pemain Thailand Patrick Gustafsson saat mencoba menyerang balik pertahanan muda Garuda.

Verza dengan keras menyelamatkan Gustafsson dengan tendangan ke atas.

Wasit Yahya Ali al-Mula, kapten tim nasional Indonesia-Thailand U-23, membunyikan sirene peringatan dan memutuskan itu pelanggaran.

Seorang hakim UEA bahkan memberi Versa Indica kartu merah.

Dengan kartu merah dari Verza, tim U-23 Indonesia mengalahkan 10 orang 0-1 pada menit ke-94, setengah jalan dengan Thailand, yang mencetak gol melalui Wirthub Bumphan.

Dengan kartu merah tim U-23 Indonesia dan kartu merah Visa Andeka, situasi Garuda melawan Thailand tampaknya akan memanas.

Juga, banyak pemain Thailand memprotes dan mendorong Visa setelah melakukan serangan brutal terhadap Patrick Gustafson.

Banyak pemain timnas U-23 Indonesia bereaksi seperti bola salju atas aksi kolom Thailand melawan Visa Andeka.

Karena itu, proses adu mulut dan saling dorong tidak bisa dihindari.

Gelandang Indonesia U-23 Rahmat Irianto mengoper bola ke pemain Thailand bernama Narakon Nomchansakul.

Gara-gara ulahnya itu, wasit harus mengeluarkan Irianto setelah menerima kartu kuning keduanya.

Rashmat Irianto serta Ricky Kambuaya menerima kartu kuning kedua karena berdebat dengan pemain Thailand.

Salah satu pemain Thailand, Jonathan Khamdi, juga mendapat kartu kuning dari wasit.

Khamidi mendapat kartu kuning setelah kedapatan melecehkan beberapa pemain Indonesia U-23.

Baca Selengkapnya: Manajer Thailand itu mengatakan setelah ditanya tentang mimpinya tim U-23 Indonesia memenangkan Karibia Games pada tahun 2021.

Di udara, bek Thailand-Denmark terlihat memprotes Visa Indica setelah melakukan pelanggaran yang jelas terhadap Patrick Gustafson.

Tampak pula Jonathan Khimdi mengadu kepada wasit, bahkan pilar tim U-23 Indonesia mendapat kartu bonus.

Saat Kambuaya menerima kartu kuning keduanya, Khimde terlihat senang dan bertepuk tangan.

Beberapa perilaku provokatif pemain Thailand berusia 20 tahun itu sangat jelas. (Aleph Mardaniya / Olahraga Bulla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *