Oktober 5, 2022
Spread the love

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut Neraca Perdagangan (BOP) Indonesia masih surplus hingga Mei 2022. Hingga Mei 2022, surplus perdagangan Indonesia mencapai $2,9 miliar. Neraca pembayaran pada Mei 2022 kurang dari $7,56 miliar pada April 2022.

“Neraca perdagangan barang Indonesia masih mencatat surplus $2,9 miliar, namun situasinya masih lebih buruk jika dibandingkan dengan surplus $7,56 miliar pada bulan sebelumnya atau April 2022” (/6/2022). asia togel

Setianto menjelaskan, ekspor Mei 2022 sebesar US$21,51 miliar, turun 21,29% dari ekspor April 2022, sehingga neraca pembayaran surplus.

Pada Mei 2022, impor Indonesia sebesar $18,61 miliar, turun 5,81% dibandingkan April 2022 dan meningkat 30,74% dibandingkan Mei 2021.

“Oleh karena itu, neraca perdagangan kita mencatat surplus selama 25 bulan berturut-turut,” ujarnya.

Sektor nonmigas memberikan kontribusi surplus neraca pembayaran terbesar pada Mei 2022. Ini termasuk lemak dan minyak hewani atau nabati, diikuti oleh besi, baja dan bahan bakar mineral.

Namun, pada Mei 2022, meskipun ekspornya kuat, nilainya mencapai 4,38 juta dolar. Namun, neraca perdagangan migas mencatat defisit sebesar $1857,9 juta.

Penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat (AS), India dan Filipina. BOP AS dan Indonesia mencatat surplus 1,26 miliar dolar. Produk utama yang berkontribusi adalah mesin, peralatan listrik, dll, pakaian dan aksesoris atau rajutan.

Surplus india dengan India adalah $1,5 miliar. Komoditas penyumbang adalah bahan bakar mineral dan berbagai produk kimia.

Sedangkan surplus Indonesia di Filipina sebesar $883,6 juta. Kontributor, bahan bakar mineral, mobil dan bagiannya.

Di sisi lain, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan mitra dagangnya. Tiga defisit terbesar adalah Australia, China dan Thailand.

Kekurangan Indonesia ke Australia adalah US$535,5 juta karena bahan bakar mineral, logam mulia, permata atau batu mulia. Di Cina, terjadi defisit sebesar $479,8 juta untuk peralatan mekanik dan elektrik serta bagiannya, dan dalam komoditas peralatan dan suku cadang mekanik dan mekanik.

Sementara itu, defisit perdagangan dengan Thailand adalah $331,9 juta. Penyebabnya adalah impor plastik dan produk plastik, serta gula dan permen.

Dari Januari hingga Mei 2022, perdagangan kumulatif Indonesia mencatat surplus $19,79 miliar.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan Indonesia harus mewaspadai krisis pangan saat ini. Tingginya harga komoditas pangan seperti gandum dan kedelai terpantau karena terbatasnya pasokan.

Jokowi mencatat, saat ini ada 22 negara yang menghentikan ekspor berbagai jenis makanan. Ini adalah peraturan ekspor makanan untuk mengamankan permintaan domestik di tengah ketegangan geopolitik global yang disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina.

“Sekarang ada 22 dari tiga negara yang berhenti mengekspor pangan,” kata Jokowi pada upacara peringatan 50 tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2022 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat. (10/6). . / 2022).

Karena komoditas pangan yang terbatas, Jokowi terus mengatakan bahwa 13 juta orang di seluruh dunia kelaparan. “Jadi hati-hati,” kata Jokowi.

Jokowi juga meminta pengusaha lokal di Indonesia, termasuk Hebemi, untuk mendukung langkah pemerintah dalam mendukung program swasembada pangan. Ini untuk mengamankan ketahanan pangan lokal dan peluang kewirausahaan di saat harga pangan naik.

“Sekali lagi, kemandirian pangan sangat penting,” tutup Jokowi. “Anggota Herbemi diundang dalam program ini.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.