November 28, 2022
Spread the love

Pemerintah Kota Tangerang telah membuka pusat pengaduan untuk menemukan hewan ternak yang terinfeksi PMK. Hal ini terjadi ketika masyarakat menemukan kasus di wilayah Tangransi.

Wali Kota Tangerang Arif Wismancia mengatakan, “Oleh karena itu, Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang telah membuka pusat pengaduan PMK melalui beberapa nomor kontak yang dibagikan kepada masyarakat. Baik melalui media sosial maupun melalui website resmi Pemerintah Kota Tangerang,” kata Wali Kota Tangerang Arif Wismancia. (29/9) 5/2022).  link bolacash

Hal ini agar masyarakat dapat langsung melaporkan bila ditemukan gejala penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak, khususnya hewan ternak. Gejalanya antara lain suhu tinggi antara 39-41 derajat Celcius, sapi mengeluarkan air liur, berbusa dan menggantung, klaudikasio yang membuat sulit untuk berdiri, lesu dan tidak bisa makan.

Sang-byeong mengatakan di Instagram resminya, “Jika Anda melihat gejala-gejala ini, harap laporkan ke 0813-9434-3260, 0813-8022-3068.”

Mulai pertengahan Mei 2022, DKP telah mempercepat pergeseran sektor pertanian dengan mengintensifkan pemeriksaan kesehatan sapi PMK di sekitar 60 peternakan yang tersebar di Kota Tangerang.

DKP melakukan pemeriksaan kesehatan sapi PMK pekan lalu, dan memeriksa 34 peternakan.

Selain itu, DKP menjelaskan, untuk mencegah PMK masuk ke Tangransi, pihaknya telah membentuk tim respon cepat PMK untuk mendistribusikan obat-obatan, menyuntikkan vitamin, memberikan antibiotik, dan memperkuat kekebalan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang (Bimkap) menyebut ada lima ternak yang diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di kawasan itu. Kasus ini ditemukan oleh Gugus Tugas Cepat Tanggap Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Pangan, dan Pedesaan mengatakan, ada lima hewan yang baru tiba di Tangrang dan lima dikirim dari Wongi-ri. .” dan Ketahanan Pangan, Kostri Wendani, Jumat (27/5/2022).

Kostri juga menjelaskan, kelima hewan tersebut saat ini sedang menjalani perawatan lebih lanjut oleh dokter hewan Departemen Pertanian. Seperti pemberian obat-obatan dan vitamin pada tubuh hewan untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Pihak juga menutup sementara peternakan dan lokasi untuk mencegah penyebaran PMK.

Sedangkan per 23 Mei 2022, per 23 Mei 2022, hasil pendataan ternak yang terkena penyakit mulut dan kuku, terdapat sekitar 530 peternakan di Kabupaten Tangrang, dengan total 5.546 pembiakan. Hasilnya, tidak ditemukan hewan dengan penyakit mulut dan kuku.

Pemerintah Kota Tangerang sudah berhenti menerima ternak sapi di beberapa daerah yang terkena penyakit sapi. Kebijakan ini karena dampak dari penyakit mulut dan kuku (PMK) yang semakin marak.

Abno Arivanto, Direktur Pertanian Badan Ketahanan Pangan Tangerangsi, mengatakan pemerintah pusat melalui kementerian terkait juga menghentikan pemeliharaan ternak sebagai langkah untuk menahan penyebaran penyakit tersebut.

Acep mengatakan Rabu (25/5/2022) ”Kami sama-sama mengetahui bahwa kementerian telah menutup jalur pengiriman sapi di wilayah yang ditandai PKK. Kota Tangerang sedang memperkuat langkahnya saat ini dan tidak menerima sapi dari wilayah terdampak PMK,” kata Acep. kata. Saya tidak,” katanya. ).

Selain menghentikan pengiriman, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan PMK terhadap sapi. Proses ini akan terus berlanjut hingga semua peternakan atau feedlot di Kota Tangerang selesai dirombak total.

Pertanian, Pangan, dan Perdesaan Asep Jatnika mengatakan pihaknya sedang mendata semua hewan berkuku, tidak hanya sapi. Ini merupakan langkah menuju deteksi dini penyakit tersebut.

Kemudian pihaknya melakukan pengaturan lain ketika muncul masalah PKK di kawasan Alf Sanaa. Karantina dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap hewan yang terinfeksi, dan juga dilakukan sterilisasi seperti disinfektan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *