Januari 28, 2023
Spread the love

Pengertian riba adalah bunga uang yang diharamkan dalam Islam karena berbeda dengan proses transaksinya. Secara linguistik, arti riba berasal dari bahasa Arab “al-ziada” yang berarti bertambah atau bertambah

Dalam buku Sayyid Qutb “The Interpretation of a Phrases in Exchange Rates: A Study on the Roots of Problem of Riba,” ia menjelaskan konsep riba sebagai kelebihan utang atas hak. Riba diharamkan sebagaimana tercantum dalam ayat 130 surat Ali Imran dalam Al-Qur’an, yang artinya: link bola online

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menggunakan alasan ganda, supaya kamu beruntung karena takut akan Allah” (Ali Imron v. 130).

Memahami riba adalah bagian dari proses perdagangan. Arti kata riba secara etimologis berasal dari bahasa Arab “al-zayada” yang berarti menambah atau menambah.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan pengertian riba sebagai bunga atas uang atau pengeluaran uang. Dalam buku Syekh Abu Bakar Jaber Al-Jazaery “Minhaj Muslim”, ia menjelaskan bahwa riba berarti menambah banyak harta istimewa.

Semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian dalam salah satu hadits Nabi.

Dari Jabir Ra. Dia berkata: (Rasulullah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, pemakan riba, orang yang mengutuk buku-bukunya, buku-bukunya, saksi-saksinya, dll.). Nabi Bersabda. sama.” (HR. Mutapak Allai)

Majelis Ulama Indonesia menjelaskan hal yang sama dalam Fatwa. Fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 2004 tentang Bunga. Yang dimaksud dengan riba dalam 1 adalah tambahan (kenaikan) yang tidak dapat dikompensasikan sebagai akibat dari keterlambatan pembayaran yang telah disepakati sebelumnya.

Hukum riba dilarang, dan Kementerian Perdagangan Internasional telah menyatakan dalam interpretasinya bahwa riba dilarang oleh ayat 130 surat Imran dari Quran dan hadits yang dijelaskan oleh Ibn Majah. Ada juga penjelasan bahwa bunga uang atau riba buruk karena peminjam (debitur) hanya menagih penalti ketika peminjam (debitur) tidak dapat mengembalikan pinjaman pada saat jatuh tempo.

Riba diharamkan sebagaimana dinyatakan dalam ayat 130 surat Ali Imran, Al-Qur’an, yang artinya:

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menggunakan alasan ganda, supaya kamu beruntung karena takut akan Allah” (Ali Imron v. 130).

Dalam buku Sayyid Qutb “The Interpretation of a Phrases in Exchange Rates: A Study on the Roots of the Problem of Riba,” ia menjelaskan konsep riba sebagai kelebihan utang atas hak.

Ada lima jenis riva dalam Islam. Yaitu, Riva al-Fadl, Riva al-Nashiha, Putra, Pinjaman dan era pra-Islam. Setelah Anda memahami riba ini, Anda dapat dengan mudah menghindarinya. Allah SWT telah menegaskan bahwa riba dilarang.

Demikian uraian tentang jenis-jenis riba dalam Islam yang disebutkan  dalam berbagai sumber.

1. Jenis Riva Alphas

Riba Fadl adalah salah satu jenis riba dalam Islam yang terjadi dengan cara menukarkan barang yang sejenis dengan kadar atau jumlah yang berbeda. Demikian pula, item yang dapat ditukar termasuk dalam tipe ‘Item bercincin’.

Contoh riba yang demikian dalam Islam adalah 3 kg gandum baik dan 4 kg gandum kualitas buruk atau sudah terinfeksi.

2. 4 jenis nasi

Riba wanita adalah salah satu jenis riba dalam Islam dengan penangguhan, penyerahan atau penerimaan riba bersama dengan jenis riba lainnya.

Contoh riba dalam Islam adalah meminjam Fihri dari Juki untuk jangka waktu tertentu atau 300.000 rupee per bulan. Jika Anda membayar lebih dari satu bulan, pembayaran angsuran Rs 3.000 ditambahkan. .

3. Jenis Riva Al Yard

Riva adalah salah satu bentuk pembayaran riba dalam Islam dengan imbalan jual beli atau tukar menukar. Pertukaran dilakukan tanpa kelebihan dan salah satu pihak yang terlibat meninggalkan kontrak sebelum barang atau harga diserahkan.

Rasul Allah berkata dalam hadits:

“Janganlah kamu menukar satu dinar dengan dua dinar, atau satu dirham dengan dua dirham, atau sekarung dengan dinar. Karena aku takut riba. Seseorang berkata kepadaku, wahai Rasulullah, apakah ada laki-laki jika kamu menjual kuda? Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya: Jika (langsung) dilakukan dengan tangan, tidak masalah.” HR Ahmad dan Thabrani).

4. Jenis-jenis Riba

Riba monyet adalah salah satu jenis riba Islam yang di dalamnya terdapat tingkat bunga atau bunga tertentu yang diwajibkan dari debitur.

Contoh riba dalam Islam adalah Putra memberi Fauzan pinjaman tunai sebesar 1.000.000 rupee dan dia berkewajiban mengembalikan pokok pinjaman dengan bunga 1.500.000 rupee pada saat jatuh tempo, dan tujuan pengembalian tambahan ini adalah untuk: Dijelaskan untuk tujuan apa.

5. Macam-macam Riba jahil

Riba pra-Islam adalah salah satu jenis riba Islam dengan hutang melebihi hutang aslinya. Kondisi ini muncul karena peminjam tidak mampu melunasi utangnya tepat waktu.

Contoh riba dalam Islam ini adalah Fulana meminjam Rp 700.000 dari Fulana selama dua bulan. Tepat waktu, Volan tidak mampu membayar dan meminta keringanan. Fulana setuju, tetapi dengan syarat Fulana membayar 770.000 rupee.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *