Oktober 4, 2022
Spread the love

Raket Graysia Polii ditutup. Pebulu tangkis berusia 34 tahun itu resmi tampil di Indonesia Masters Finals 2022 pada 12 Juni mendatang di Astra Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Dalam jumpa pers yang digelar di kawasan Senayan Jakarta, Jumat (3/6), Graysia mengatakan dengan berlinang air mata, “Saya ingin mengucapkan terima kasih terlebih dahulu atas semua yang terjadi dalam perjalanan saya sebagai seorang atlet.” “Mungkin itu kata yang tepat untukku sekarang.” slot online

“Saat kita bersusah payah memilih bulu tangkis saat masih menjadi atlet, kita masih cukup kecil untuk mewujudkan apa yang kita cita-citakan. Terima kasih untuk acara ini. Ini pertama kali datang dari pelatih saya, Engineer Hean, dan kebetulan ada sponsornya. .Aku mau jadi host acara ini,” kata Graysia lagi.

“Tidak hanya ofisial incumbent tetapi juga di masa lalu, para pemain kami melakukan yang terbaik untuk memenangkan kejuaraan,” tambahnya.

Graysia Polii bergabung dengan Pusdiklat PBSI sejak tahun 2003. Saat itu ia berpasangan dengan Heni Budiman, Jo Novita, Meiliana Jauhari, Vita Marissa, Nitya Krishinda Maheswari, dan Apriyani Rahayu.

Sepanjang karir bulu tangkisnya, Greysia meraih medali emas bersama Nitya Krishinda Maheswari di Asian Games 2014 di Incheon. Istri Felix Djemen juga sukses meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani Rahayu.

Gracia Foley mengumumkan pengunduran dirinya dari bulu tangkis dan mengadakan pesta perpisahan khusus. Testimonial Day Acara bertema Graysia Polii akan menghibur para penggemar jelang Indonesia Masters Finals 2022.

Dalam ajang ini, Graysia akan melakoni laga persahabatan melawan teman-temannya di Diklat Nasional PBSI Atlet Asing. Pertandingan tersebut akan menjadi kenang-kenangan dan akan menjadi yang terakhir bagi masyarakat Indonesia untuk melihat juara Asian Games di Incheon memegang raket di Olimpiade 2021 di Incheon.

Kaleb Lucman, CEO Fine Counsel, yang juga merupakan sponsor, mengatakan: “Idenya adalah untuk menyampaikan apresiasi terbesar kami kepada Greysia atas apa yang telah mereka lakukan untuk bulu tangkis di Indonesia.”

Ia menambahkan, “Terima kasih kepada PBSI atas dukungan penuhnya dalam menjalankan acara ini.”

Alex Tirta, Ketua Harian PBSI, mendukung keputusan Graysia Polii. “Pertama-tama, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Greysia atas prestasi dan dedikasinya terhadap bulu tangkis di Indonesia,” ujarnya.

“Greysia baru saja memasuki dunia bulu tangkis. Dalam 19 tahun, Greysia PBSI menghadapi tantangan yang luar biasa. Pasang surut dan pasang surut, tapi saya pikir Greysia bisa mengatasinya.

“Kita semua tahu dia bisa menghasilkan juara di SEA Multi-Event Games, Asian Games, dan terakhir Olimpiade,” kata Alex Terta.

“Sebenarnya PBSI tidak mengharapkan kesempatan seperti ini. Tapi saat itulah kita semua tahu ada akhir. Saya ingin dia menjadi contoh dan panutan bagi anak-anak. Jadi saya berharap Greysia terus berkarya. bulu tangkis.” “

Alex Tirta, yang kemudian pensiun, berharap Greysia Polii bisa berkontribusi bagi dunia bulu tangkis Indonesia. Alex Tirta secara naluriah menyimpulkan bahwa dia bisa berhenti bermain bulu tangkis tetapi tidak boleh menyerah bermain bulu tangkis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.