Februari 3, 2023
Spread the love

Semua orang pasti paham kenapa kamu banyak berkeringat. Karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat melakukan aktivitas. Keringat berlebihan, atau hiperhidrosis, adalah suatu kondisi yang ditandai dengan keringat berlebih yang mungkin tampak di luar kendali.

Baca juga slot online terbaik

Keringat berlebih dapat dipengaruhi oleh beberapa penyakit. Keringat berlebih bisa muncul di telapak tangan, di bawah ketiak, di bawah dada, di leher, dan di kepala. Ini bisa terjadi pada siapa saja dan harus diperhitungkan.

Penyebab keringat berlebih bisa diidentifikasi berdasarkan jenisnya. Ada dua jenis keringat berlebih atau hiperhidrosis: hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder. Keduanya memiliki penyebab yang berbeda, dan penyebab keringat berlebih bisa ditemukan pada kedua jenis hiperhidrosis ini.

merangkum penyebab keringat berlebih.Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyebab keringat berlebih bisa ditentukan dari jenisnya. Ada dua jenis keringat berlebih atau hiperhidrosis: hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder. Berikut penjelasannya.

Hiperhidrosis Primer

Penyebab utama keringat berlebih adalah hiperhidrosis primer. Menurut Sweathelp, hiperhidrosis primer mengacu pada keringat berlebih, bukan karena kondisi medis lain dan bukan efek samping obat. Hiperhidrosis primer terjadi di area tubuh tertentu atau terlokalisasi. Keringat berlebih hanya bisa terjadi di area tertentu, seperti kepala, ketiak, telapak tangan, atau kaki.

Hiperhidrosis dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, tetapi terdapat banyak kelenjar keringat di wajah dan kulit kepala. Bagian tubuh yang berkeringat biasanya relatif simetris, artinya sisi kiri dan kanan tubuh terkena dampak yang sama. Gejala hiperhidrosis primer biasanya dimulai pada masa kanak-kanak atau dewasa dan sering, tetapi tidak selalu, bertahan sepanjang hidup.

Penyebab keringat berlebih atau hiperhidrosis primer tidak diketahui. Keringat berlebih bisa terjadi saat Anda terpapar respons tinggi terhadap rangsangan tertentu yang bisa memicu keringat, seperti kecemasan, nyeri, olahraga, dan stres. Keringat berlebihan tidak dianggap sebagai tanda penyakit serius.

Hiperhidrosis sistemik sekunder

Penyebab keringat berlebih selanjutnya adalah hiperhidrosis umum sekunder. Kondisi ini ditandai dengan keringat berlebih yang berlebihan, hanya pada satu bagian tubuh. Penyebab keringat berlebih jenis ini disebabkan oleh kondisi medis lain atau merupakan efek dari pengobatan. Kondisi ini bisa menjadi penyebab keringat berlebih di kepala jika sesherang juga mengalami kelebihan kelebihan di bagian tubuh lainnya. Ada berbagai faktor yang dapat menimbulkan hiperhidrosis umum sekunder. Jika hiperhidrosis primer muncul saat kanak-kanak dan remaja, hiperhidrosis umum sekunder bisa muncul saat usia dewasa.

Hiperhidrosis Umum Sekunder

Berbagai kondisi kesehatan bisa menjadi penyebab keringat berlebih atau hiperhidrosis umum sekunder. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab keringat berlebih:

– sekitar. Menurut Mayo Clinic, beberapa obat, termasuk beberapa antibiotik, beberapa obat tekanan darah, beberapa obat psikiatri, dan bahkan obat yang dijual bebas, dapat menyebabkan keringat saat Anda tidak melakukan aktivitas berat.

Hipertiroidisme. Alasan lain untuk keringat berlebih adalah masalah tiroid. Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di leher yang bertanggung jawab untuk homeostasis dalam tubuh. Hipertiroidisme, atau hipertiroidisme, dapat menyebabkan peningkatan proses metabolisme dan keringat berlebih di tubuh.

– menopause. Menopause dan menopause sering menyebabkan peningkatan keringat pada wanita. Ini karena tubuh merespons perubahan kadar hormon. Perubahan estrogen secara langsung mempengaruhi regulasi termoregulasi, dan beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap keringat berlebih.

– kencing manis. Keringat berlebihan sering merupakan respons terhadap hipoglikemia. Kondisi ini sangat berbahaya bagi penderita diabetes. Bagi penderita diabetes, keringat berlebih dapat mengindikasikan hipoglikemia atau hipoglikemia.

– Penyakit kronis. Penyakit jantung dan paru-paru dan beberapa jenis kanker juga dapat menyebabkan keringat berlebih. Kondisi ini biasanya disertai dengan gejala lain.

Selain obat-obatan, keringat berlebih bisa diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat. Berikut cara mengatasi keringat berlebih, dikutip dari Healthline:

Mandi sesering mungkin untuk mengurangi bakteri dan menjaga kelembapan kulit.

Oleskan antiperspiran sebelum tidur dan di pagi hari

Keringkan keringat berlebih dengan menyimpan handuk lembut dan penyerap di dompet, meja, atau tempat lain yang mudah dijangkau.

Gunakan bedak parfum untuk membantu menyerap kelembapan

Hindari makanan pedas dan kafein, yang dapat meningkatkan keringat

Hindari suhu tinggi atau kenakan pakaian yang sangat hangat

Kenakan kain yang bernapas dan menyerap.

– Minum air putih yang cukup

Bawalah kipas angin portabel kecil untuk membantu menjaga wajah Anda tetap sejuk dan kering.

Makan dalam jumlah kecil untuk membantu mengontrol pencernaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *