Oktober 4, 2022
Spread the love

Jakarta – Korindo Group bekerjasama dengan Forest For Life Indonesia (FFLI) membangun pabrik pembuangan sampah organik menggunakan teknologi Bio-Conversion Black Soldier Fly (BSF) yang berlokasi di Cibubur Square, Rest Area Jakarta.

Untuk mendukung sepenuhnya inkubasi proyek pengolahan limbah organik biokonversi, Korindo memberikan dukungan keuangan kepada hibah FFLI untuk melaksanakan proyek pengolahan limbah ini. Menandatangani nota kesepahaman antara kedua belah pihak. link game bola

Pada upacara penandatanganan Nota Kesepahaman, Seo Jeong-sik, Sekretaris Jenderal Yayasan, Kurindo Suh mengatakan sebagai berikut: Rabu (15/6/2022):

Melalui konsep ekonomi sirkular atau melalui prinsip meminimalkan limbah dan memaksimalkan sumber daya yang ada, konversi bio-organik menggunakan lalat hitam berpotensi menciptakan prospek ekonomi baru dengan mengubah limbah organik menjadi pupuk dan protein.

Presiden Hadi Basaribo mengatakan, “Kami berjanji bahwa subsidi yang kami terima dari Korindo akan lebih berkontribusi pada pembangunan masyarakat. Ini juga akan memberi kami keyakinan bahwa konversi bio-organik adalah cara termurah untuk menyelesaikan masalah sampah.” Terbang.

Proyek biotransformasi menggunakan lalat hitam yang berlokasi di rest area di Sibuburg Square ini merupakan proyek kedua yang dilakukan Yayasan Korindo bekerjasama dengan FFLI. Sebelum tahun 2018, Korindo Group dan FFLI telah membangun fasilitas pengelolaan sampah organik serupa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hingga saat ini, FFLI dan Korindo Group masih memantau perkembangan proyek Bio-Konversi Organik di Lombok. Maka tak heran jika proyek ini dijadikan sebagai salah satu prototipe pengelolaan sampah pulau yang diberi nama “Pulau Seribu Masjid”.

Bahkan, Pemprov NTB telah mewujudkan struktur organisasi berupa Unit Pelaksana Teknis Bidang (UPTD) pembuangan sampah,” kata Hadi. . berkata

Sedikit informasi Biokonversi organik menggunakan lalat hitam dinilai relatif aman bagi lingkungan. Dari sekitar 800 spesies yang ditemukan di Bumi, lalat militer hitam adalah yang paling terkenal karena tidak membawa patogen atau patogen.

Siklus hidup spesies lalat ini hanya 40-45 hari dari telur hingga dewasa. Biasanya, lalat betina bertelur antara 500 dan 900 telur. Untuk 1 gram telur, ia bisa menghasilkan 3-4 kg larva atau jentik. Pada tahap ini, larva menguraikan sampah organik.

Setelah larva optimal dekomposisi sampah organik, larva dapat digunakan untuk memberi makan hewan seperti ikan atau ayam. Larva lalat hitam 40% kaya akan asam amino dan protein. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.