Oktober 4, 2022
Spread the love

Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) saat ini sedang menyusun regulasi teknis pengadaan BBM Pertalite. Pembelian bahan bakar ini dengan angka oktan 90 (RON) akan dibatasi berdasarkan konsumen yang memenuhi syarat.

Pemerintah telah menggelontorkan banyak uang untuk mensubsidi BBM Pertalite. Padahal, pemerintah telah menetapkan tambahan belanja subsidi BBM dan LPG sebesar Rp 71,8 triliun. Alokasi dana tersebut diperoleh berdasarkan kesepakatan bersama dengan Badan Anggaran Republik Demokratik Kongo (Banggar) pada Kamis, 19 Mei 2022. slot gacor 2022

Dana tersebut salah satunya diberikan kepada Pertalite sebagai bahan bakar khusus (JBKP) dengan mempertahankan harga Rs 7.650 per liter, yang masih jauh lebih rendah dari harga keekonomian Rs 12.556 per liter.

Kemudian, Sekretaris PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, meminta konsumen membeli BBM berdasarkan jenis kendaraan. Jadi, jangan mengandalkan Pertalite karena lebih ramah kantong.

Erto kepada Liputan6.com, Sabtu (28 Mei 2022), “Dengan kata lain, negara telah memberikan dukungan yang luar biasa kepada saya. Apalagi Pertalite sudah menjadi perusahaan JBKP. Saya harap itu juga benar.'”

Kemudian dia menambahkan, “Itu subsidi, jadi mari kita jaga bersama.”

“Tidak ada. Saat ini tidak ada pembatasan seperti itu,’ kata Erto. Hal ini sebagai tanggapan atas informasi yang beredar di masyarakat bahwa pembelian pertalite memerlukan kartu identitas dan ada batasan jumlah.

“Tidak ada pembatasan BBM, terutama peritalite. Kalau ada, tolong beritahu saya di mana SPBU dan nomor SPBUnya, agar nanti bisa kita cek,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah telah mendapatkan persetujuan dari Republik Demokratik Kongo untuk memperluas pemberian bantuan dan kompensasi untuk tahun 2022.

Sri Mulyani berbicara dalam konferensi pers tentang APBN pada 23 Mei 2011 / 2022).

Setelah itu, pemerintah juga mendapat persetujuan dari Kongres Rakyat untuk ganti rugi sebesar Rp 216,1 triliun. Untuk rinciannya, tahun ini akan ditambah pembayaran BBM Rp 194,7 triliun dan kompensasi tahun lalu Rp 83,8 triliun.

Juga sekitar Rp 21,4 triliun listrik tambahan tahun ini dan kompensasi Rp 24,6 triliun tahun lalu. Menkeu berharap pemerintah bisa mulai membayar ganti rugi.

Untuk tujuan ini, kami telah mulai membayar 275 triliun rupee (total provisi tambahan untuk 2022), dan tagihannya bisa mencapai 324 triliun rupee (total kompensasi tambahan), katanya, dengan 49 triliun rupee diteruskan pada 2023. .

Menkeu juga menyampaikan bahwa pada Kamis, 19 Mei 2022, pihaknya datang ke DRC untuk menuntut alokasi bantuan tambahan yang telah dikeluarkan pemerintah untuk APBN.

Dukungan LPG dan BBM meningkat 50% dari Apple, yang tahun lalu hanya 23,2%, ke Apple. Dia mengatakan listrik masih 11,6%, pupuk 1,8% dan subsidi lainnya, khususnya non energi 0,1%.

Sementara itu, jika dilihat dari sisi volume yang akan di-coverseperti Solar dan minyak tanah, tahun lalu konsumsinya 3,6 juta kiloliter, dan tahun ini 4,1 juta kiloliter. 

Kemudian, pelanggan listrik 38,4 juta untuk tahun 2022 sedankan tahun lalu 37,4 juta. Pufuk versidi juga naik jumlahnya dari 2,6 juta ton tahun lalu kini naik jadi 3 juta ton. Untuk KUR juga naik dari jumlah debiturya mencapai 2,7 juta dari 2,3 juta.

Menkeu menegaskan, ini berarti aktivitas ekonomi mulai pulih dan permintaan komoditas, terutama barang bersubsidi, meningkat.

“Ini harus diwaspadai,” kata Menkeu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.