November 28, 2022
Spread the love

Solo – Polisi bujangan mencopot spanduk dari kantor Khilafah Islamiyah Sulu yang menempati rumah warga kecamatan Karangasem Solo Loyan pada Kamis (6 September 2022). Kantor organisasi ini berdiri sekitar enam tahun lalu di kota Solo di bawah kepemimpinan Abdul Qadir Hassan Barja.

Kapolsek tunggal Paul Combs Adi Saveri Simanjuntak memimpin langsung pelepasan papan pengumuman tersebut. Dia tiba di tempat kejadian dengan beberapa petugas gabungan polisi, beberapa di antaranya ditemukan membawa senjata api laras panjang.  slot kamboja

Setelah itu, Adi langsung menuju ke rumah Wal-Yaman yang digunakan sebagai kantor organisasi Solo yang dipimpin oleh Abdul Qadir Braga. Di rumah yang terletak di Jalan Sao 4, Desa Karangasem, Kecamatan Loyan Solo itu, Kapolres hanya bisa bertemu dengan istri pemilik rumah.

Polisi kemudian melepas plakat dari dinding di depan rumah. Ada dua papan. Dua panel panduan (Khalifah Muslim Kota Umm Goro Solo dan Khalifah Muslim Kemasulan Lawyan) telah dilepas.

Kapolsek Tunggal Sisir Paul Adi Sfri Simangunta mengatakan, markas atau kantor Sulu Muslim Khalaftul menggunakan rumah seorang warga bernama Walyaman. Gambar tersebut dihapus karena banyak penolakan dan penolakan dari masyarakat sekitar maupun dari anggota masyarakat hingga kelompok agama.

Saat itu, Addy mengatakan polisi juga telah mengajukan somasi kepada pejabat Khilafah Sulu dalam proses penyidikan untuk meminta klarifikasi. Panggilan itu dimaksudkan untuk mencari informasi tentang kegiatan kelompok yang dipimpin oleh Abdelkader Hassan Barja di Solo.

Yang pertama adalah Emir Umm al-Qura, Mahmoud. Al-Mahmoudi, Pemilik rumah, Al-Sayyid, Al-Yaman, dan tiga orang lainnya.”

Sementara itu, Anung Sabto Hartono, ketua RW 9 Desa Karangasem, mengatakan kantor atau markas Khilafatul Muslimin Ummul Koro Solo sudah ada sejak lama. Kantor tersebut menempati rumah salah satu penghuninya, William.

Pemiliknya menjelaskan bahwa Yaman adalah penjual tahu. Menurutnya, pemilik rumah sangat terbuka dan sering melakukan kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat desa.

Kegiatan rutinnya antara lain berjamaah di masjid, partisipasi dalam arisan, dan partisipasi dalam pengabdian masyarakat. Dia berkata, “Saya aktif di komunitas.

Ditanya tentang kegiatan mereka di markas Khilafah Islamiyah, Anung juga menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan para anggota hanya sebatas pengajian umum. Mereka membaca pada Rabu malam dan Kamis malam.

“Kebanyakan ekspatriat mengikuti pengajian. Jumlahnya sekitar 15 orang. Kalau di sini tidak ada penduduk, yang ada hanya marga Taman, dan Yaman punya satu,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *