Oktober 5, 2022
Spread the love

Polres Metro Jakarta berhasil mencegah seorang remaja laki-laki melakukan bunuh diri.

Kecelakaan itu terjadi di Jalan Yos Sudarso di seberang Jembatan Rakyat (JPO) depan Kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Sabtu (21/05/2022)” 5 , 2022 Jakarta Utara melalui unggahan ke Twitterpolres_jakut dengan video dikutip dari Liputan6.com pada Rabu, 25 Mei. slot online

Baca juga

Berdasarkan unggahan akun Instagram, Polres Metro Jakarta Utara Sat Intelkam Ipda Bambang Sutoyo dan Aipda Gilbert C David awalnya melintasi Jalan Yos Sudarso. Dan mereka melihat JN duduk di kepala meja JPO.

Dalam video yang diunggah, dua petugas polisi mendekati remaja JN yang duduk di tengah kantor Jepang dan membujuknya untuk turun.

Petugas yang merekam video itu berkata, “Saya akan bertanya apa yang salah dengan duduk di sebelah Carnett. Pak, pergi saja, oke?”

Seorang petugas polisi lainnya berkata, ”Mas, Mas, turun. Mas, turun, kenapa”.

Dua petugas polisi berhenti dan menyelamatkan JN muda karena dia tidak turun.

Jika Anda, kenalan, kerabat, atau keluarga Anda sedang mengalami masa-masa sulit, dan Anda mengalami depresi dan ingin bunuh diri, disarankan untuk berkonsultasi dengan psikiater di pusat kesehatan masyarakat terdekat (Pusquesmas atau rumah sakit).

Anda juga dapat mengunduh aplikasi Sahabatku. https://play.google.com/store/apps/details?

Atau, hubungi Call Center 24 Jam Halo Departemen Kesehatan di 1500-567 untuk menangani berbagai keluhan, permintaan dan saran dari masyarakat.

Anda juga dapat mengirim SMS ke 081281562620, fax ke (021) 5223002, 52921669, atau email ke [email protected] .

Kasus bunuh diri meningkat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk yang terjadi di Srazin pada Jumat, 7 Mei 2022. Seorang ayah dan anak ditemukan digantung di kolam biliar militer di Srajin. Selain itu, di hari yang sama, tiga warga Bumisuquati juga tewas dengan cara digantung.

Rata-rata jumlah bunuh diri karena faktor ekonomi. Saat mengusut kasus tersebut, psikolog di Semarang, Propati Tgundonegur, mendapat jawaban.

Dia menyebutkan pentingnya memiliki pihak ketiga atau teman sebagai tempat untuk membicarakan berbagai masalah. Jadi jangan pernah berpikir untuk mengambil nyawamu.

Wanita yang berprofesi sebagai psikiater di RS Elizabeth Semarang ini menjelaskan, hal itu karena faktor ekonomi yang memberatkan, dan terutama dalam kasus seorang ayah yang istrinya harus pergi ke luar negeri untuk bekerja, sang ayah tidak punya pilihan selain membebani seluruh keluarga. . bahunya.

“Saya membutuhkan seseorang untuk berbicara dengan istri saya ketika dia pergi ketika saya mengalami kesulitan,” katanya, “tekanan ekonomi saat ini sangat tinggi dan terutama karena istri saya adalah seorang ayah yang bekerja di luar negeri.”

Wanita peraih gelar sarjana psikologi dari Jurusan Psikologi Universitas Soegijapranoto itu menemukan, stres bisa dialami seseorang karena berbagai faktor.

Oleh karena itu, kemampuan untuk dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan atau tahap di mana Anda dapat mengontrol emosi adalah penting. Dia menyebutkan hal ini karena orang yang berbeda memiliki tingkat stres yang berbeda atau cara yang berbeda dalam menghadapi stres itu sendiri.

 Ketika sakit secara fisik, ia dapat bertindak secara emosional serta berperilaku aneh. menekankan. Hal ini karena setiap orang memiliki ambang batas stres yang berbeda. Karena beberapa kuat dan beberapa tidak, mekanisme stres kita memiliki ketahanan untuk bertahan melawan stres. Setiap orang berbeda-beda,” jelasnya.

Bukan hanya penyebab ketegangan, namun juga lulusan Universitas Gajah Mada yang bergelar magister dan doktoral ini mengatakan bahwa ada cara untuk menyelesaikan masalah ini dari perspektif yang berbeda.

Tidak hanya itu, kesehatan mental setiap orang berbeda, jadi penting untuk membuat orang lain mendengarkan agar orang yang bermasalah dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan situasi yang mereka alami.

“Semua orang kuat. Karena kita memiliki perspektif yang berbeda dan kesehatan mental yang berbeda. Jadi bagaimana kita melihat dunia secara berbeda dan bagaimana kita membuat orang kurang adaptif dan mempersepsikan adaptasi tanpa seseorang untuk dilihat dan diajak bicara secara berbeda?'” jelasnya.

Oleh karena itu, cara yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan berbicara kepada orang-orang terdekat Anda agar mereka dapat mengatasi masalah yang muncul bersama-sama. Penting juga untuk menjaga kesehatan tubuh Anda.

Menurutnya, penampilan orang ketiga setidaknya bisa memberikan nuansa baru.

 Anda mungkin punya waktu untuk menyendiri, atau setidaknya menciptakan suasana baru.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.