Oktober 5, 2022
Spread the love

Polri telah berkoordinasi bersama kepolisian Jepang dan Imigrasi terkait buronan Mitsuhiro Taniguchi (47) yang terlupakan oleh diri ke Indonesia. Dia merupakan tersangka kasus bantuan sosial (Bansos) Covid-19 senilai Rp 105 miliar di Negeri Sakura itu.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menambahkan, pihaknya telah pro aktif untuk memastikan kebenaran keberadaan buronan asal Jepang tersebut di Indonesia.. slot gacor

Dedi menyebut, Mitsuhiro Taniguchi diketahui belum masuk dalam daftar buronan internasional atau Red Notice. Namun, dia memastikan Polri siap berkoordinasi untuk melacak keberadaannya.

Sebelumnya Polisi Tokyo,Jepangmenangkap tiga anggota keluarga pada 30 Mei 2022 karena dicurigai melakukan penipuan sehubungan dengan penerimaan sejumlah besar subsidiCovid-19untuk usaha kecil yang dalam kesulitan.

Polisi juga menempatkan anggota keempat dalam daftar buronan internasional, seorang pria bernamaMitsuhiro Taniguchi(47), karena ia diyakini akan meninggalkan Jepang untuk tentara tersebut keIndonesiasejak Amanitus 2020, demikiantus 2020.

Mitsuhiro Taniguchi dan kelompoknya tampaknya mengajukan 1.780 proposal palsu dengan nama yang dikumpulkan dari seluruh negeri melalui kenalan dan seminar yang mengklaim bahwa “siapa pun bisa mendapatkan uang.”

Departemen Kepolisian Metropolitan di Tokyo percaya bahwa kelompok itu mengadakan seminar informasi tentang subsidi untuk dengan cepat mengumpulkan identitas orang-orang singkat dan kemudian mengajukan proposal penipuan atas nama mereka.

Sumber mengatakan Taniguchi, 47, yang merupakan perwakilan dari sebuah perusahaan manajemen restoran di distrik Roppongi Tokyo, mengadakan seminar di kantor perusahaan dan di restoran keluarga. 

Untuk melakukan itu, pemohon diminta untuk menunjukkan dokumen, seperti SIM, rekening bank mereka sehingga subsidi dapat ditransfer ke rekening mereka, dan pajak mereka.

Taniguchi dan kelompoknya meminta peserta seminar menyerahkan ID mereka dan mengisi nama dan alamat mereka pada formulir pajak yang disajikan oleh kelompok itu, kata sumber.

Kelompok itu juga secara tertulis mengatakan bahwa bisnis para peserta telah melakukan setidaknya beberapa penjualan sebelum pandemi virus corona baru, kata sumber itu.

Putra kedua Taniguchi, 21, dan anggota kelompok lainnya, kemudian membayar pajak ke kantor pajak dan memperolehnya, menurut sumber tersebut.

Selama empat bulan berikutnya, kelompok itu membuat sekitar 1.780 proposal palsu dengan nama orang-orang dari 36 prefektur yang dikumpulkan melalui kenalan dan seminar.

Lebih dari 960 proposal subsidi disetujui. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.