November 28, 2022
Spread the love

Polda Metro Jaya memulangkan 26 orang yang ditangkap saat unjuk rasa di patung kuda Arjuna Wiiha di Jakarta Pusat pada Jumat, 20 Mei 2022.

Kombes Pol, Kabag Humas Polda Metro Jaya. Endra Zulpan mengatakan penyidik ​​tidak melihat dua bukti yang cukup untuk menambah jumlah pengunjuk rasa menjadi 26. slot gacor 2022

Baca juga

“Kami tidak akan menanganinya lebih jauh karena bukti pidananya tidak cukup kuat,” kata Zulpan kepada Polda Metro Jaya, Selasa (24/5/2022).

Zulpan menjelaskan, 26 orang dipulangkan usai menjalani tes di metro Bulda Gaya.

Ia mengingatkan semua pihak untuk mematuhi hukum yang berlaku saat berbicara di depan umum.

“Tentu ini menjadi pelajaran dari himbauan kami bahwa semua elemen yang ingin menyampaikan pendapat secara terbuka harus menghormati aturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Zulpan, kata Zulpan.

Sebelumnya, pada Jumat 20 Mei 2022, polisi menahan hingga 26 orang usai kisruh unjuk rasa buruh di patung kuda Arjuna Wiiha kemarin (20 Mei 2022). Polisi mengatakan mereka adalah kelompok massa.

Kapolres Jakarta Pusat Coombs Paul Kumarudin kepada wartawan, Sabtu (21/5/2022).

“Makanya kejadian (kerusuhan) itu terjadi” ujarnya.

Kumaruddin menjelaskan, kemarin sekelompok massa menyusup ke aksi unjuk rasa di depan patung kuda. Protes damai segera berakhir dengan kekacauan ketika sekelompok orang mencoba untuk merobohkan barikade polisi.

Kumaruddin mengaku sempat terjadi gesekan antara polisi dengan massa. Kapolsek Gambir dan Kapolres Gambir terluka dalam kecelakaan itu dan membutuhkan perawatan.

Kurmaruddin mengatakan saat ini kondisi Kapolres Divisi Gambir sudah sedikit membaik, namun Wakapolsek Divisi Gambir masih dalam pengawasan dokter.

“Alhamdulillah Kabulsik Gambir berangsur pulih. Hanya satu orang (Wakhabulsik Gambir) yang harus dilakukan tindakan lebih lanjut hingga hasil rontgennya keluar,” ujarnya.

Secara terpisah, Kombes Pol, Kabag Humas Polda Metro Jaya. Endra Zulpan, 26, menjalani pemeriksaan ekstensif di Polda Metro Jaya.

“Saya akan pulang nanti jika unsur pidananya tidak terpenuhi.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *