Oktober 7, 2022
Spread the love

Polisi meningkatkan upaya penegakan hukum atas aksi kejahatan terhadap nasabah perbankan. Sebab, para pelaku yang disinyalir merupakan bagian dari jaringan sindikat internasional itu tidak hanya menyasar ke nasabah bank besar dan kota besar saja, namun juga ke wilayah desa dan kecil.

Seperti pada pertengahan Mei kemarin, polisi menangkap tiga pelaku yang berstatus Warga Negara Asing(WNA) yang telah membobol uang dari rekening nasabah BPD Riau Kepri Cabang Batam. Mereka mengarahkan di Bali saat hendak menyeberang ke Lombok. slot

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menambahkan, ada sejumlah modus pembobolan dana nasabah bank. Salah satunya melalui teknik skimming kartu ATM dan membuka dananya dilakukan di luar negeri, atau di suatu daerah yang berbeda dengan domisili si pemilik kartu.

Dedi menegaskan, telah menangkap sejumlah eksekutor, tidak akan menghentikan perkara tersebut. Polisi masih terus mengusut kasus pembobolan rekening nasabah hingga ke aktor intelektualnya.

“Jadi memang ini kejahatan yang terorganisir. Ada yang mengambil data, menduplikasi, mencetak, menjual, dan mengambil uangnya. Pelaku mencari celah bagaimana teknologi bisa direkayasa itu, saya

Selain skimming, modus kejahatan lain terhadap nasabah dan bank yakni penggunaan data pribadi nasabah oleh pelaku kejahatan, untuk kartu membuat ATM dan buku rekening baru atas nama korbeda di .cabangber

Untuk modus ini, lanjut Dedi, terus mendalami dengan berbagai kemungkinan, seperti sumber kebocoran data pribadi korban. Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan klien pada aksi kejahatan tersebut.

Sebab, pelaku kejahatan dapat membuat identitas baru dengan menggunakan data pribadi yang dimiliki korban, bahkan sampai mengetahui nama ibu kandung nasabah. Setelah rekeningnya dibobol pelaku, nasabah meminta bank untuk mengganti dana di rekening yang telah dikuras.

Masyarakat pun diimbau lebih berhati-hati dan cermat saat menggunakan ATM, serta mengirim data pribadi ke pihak lain. jangan terkecoh dengan mengirimkan informasi pribadi ke call center, website, sms, dan akun palsu yang mengaku sebagai akun resmi perbankan di media sosial.

Tidak ketinggalan, jangan ketinggalan informasi Anggota PIN, kata sandi, OTP ke orang lain, meski itu masih keluarga terdekat. Dengan sikap waspada dan hati-hati, nasabah dapat terhindar dari aksi kejahatan yang terorganisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.