Oktober 5, 2022
Spread the love

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P Jakarta, Trimedya Panjaitan, mengatakan bahwa pemimpin bangsa yang dicita-citakan masyarakat ke depan bukanlah siapa dirinya, melainkan siapa dirinya. Ini adalah kepentingan publik. Ia juga mengkritik gaya Gubernur Jawa Tengah Gangar Pranu yang menganggap dirinya hanya mengasah diri di mulut publik.

”Hentikan motornya, ada hari-hari saya menderita kanker botak, tidak, bukankah bagus untuk Ganggar botak untuk menunjukkan empati, bukankah dia botak ketika Indonesia kalah di semifinal game maritim?” kata Trimedia. Dalam keterangannya, Rabu (1/6/2022). link bola timnas

Kemudian bandingkan penampilan Ganjar dengan Puan. Ia mengingat Puan menjabat Ketua Fraksi PDIP pada era oposisi 2009-2014 SBY dan Ganjar adalah anggota Fraksi saat itu.

“Akting Mpakbuan dimulai dari klik dan memungkinkan kami untuk mengorganisir PDI-P sebagai partai melawan kami. Lihat kami di masa lalu, banyak pesona yang kami miliki berbeda darinya. Tidak jelas di oposisi saat ini. ‘ kata Tremedia.

Mantan ketua tim hukum DPP PDI-P ini juga melihat karakter Fuan sebagai pemimpin sejati dan tidak suka berpose di depan umum seperti yang dilakukan Ganjar.

Trimedia tingkat nasional Putra politisi Mega mengatakan dia tidak perlu berpura-pura.”

Dia juga bisa memimpin pemilihan pimpinan KPU dan AKP dengan lancar. Ini indikator kinerja yang jelas dan ini yang apa yang perlu kita komunikasikan kepada publik.” kata

Sementara itu, Hasto Christianto, Sekretaris Jenderal Partai Konflik dan Demokrasi Indonesia (PDIP), membantah hubungan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranovo tegang. Hasto mengatakan konsep itu dimanipulasi menjadi skenario politik yang dihadirkan oleh pihak luar.

“Kiri, dekat, jauh, ini persepsi bahwa ini skenario politik yang diusung partai lain,” kata Hasto, Jumat (27/5/2022) saat rombongan Indonesian Coffee Festival di Barking Timur Jakarta, Senayan.

Hasto mengatakan Ganjar Pranowo adalah salah satu kepala daerah yang datang sebagai akibat dari pembaruan PDIP. Pastikan tidak ada masalah antara Genjar dan partai.

“Bagi PDIP, Pak Ganjar, Pak Ole Dondukambi dan Pak Koster adalah penguasa yang lahir dari proses kepemimpinan partai,” ujarnya.

Ganjar juga menghadiri semua agenda yang diadakan oleh PDIP. Misalnya, di Festival Kopi Indonesia, Zhangar juga menghadiri pemantauan online.

Hasto menuturkan, sebelumnya seluruh hakim PDIP ikut dalam Laporan Sekda, disusul Pak Koster, Pak Ole Dondukambi dan Pak Ganjar.

Sementara itu, Hasto Christianto, Sekretaris Jenderal Partai Konflik dan Demokrasi Indonesia (PDIP), membantah hubungan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranovo tegang. Hasto mengatakan konsep itu dimanipulasi menjadi skenario politik yang dihadirkan oleh pihak luar.

“Kiri, dekat, jauh, ini persepsi bahwa ini skenario politik yang diusung partai lain,” kata Hasto, Jumat (27/5/2022) saat rombongan Indonesian Coffee Festival di Barking Timur Jakarta, Senayan.

Hasto mengatakan Ganjar Pranowo adalah salah satu kepala daerah yang datang sebagai akibat dari pembaruan PDIP. Pastikan tidak ada masalah antara Genjar dan partai.

“Bagi PDIP, Pak Ganjar, Pak Ole Dondukambi dan Pak Koster adalah penguasa yang lahir dari proses kepemimpinan partai,” ujarnya.

Ganjar juga menghadiri semua agenda yang diadakan oleh PDIP. Misalnya, di Festival Kopi Indonesia, Zhangar juga menghadiri pemantauan online.

Hasto menuturkan, sebelumnya seluruh hakim PDIP ikut dalam Laporan Sekda, disusul Pak Koster, Pak Ole Dondukambi dan Pak Ganjar.

Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Aksi Nasional V Prozo yang diadakan di Kabupaten Magerang, Jawa Tengah pada Sabtu, 21 Mei 2022. Di sana, ia menyebut secara singkat jumlah calon presiden pada pemilihan presiden 2024.

Terkait hal itu, politisi PDIP Masinton Basaribo melihat tidak ada sinyal bahwa Presiden Jokowi akan mendukung Gangar sebagai calon presiden 2024.

“Kemarin tidak ada pengumuman dan tidak ada pengumuman,” katanya Senin (23/5/2022) di gedung DPR, Jakarta.

“Acaranya bilang ya, dukung, dukung. Jangan terburu-buru. Ini orang yang kita lamar. Untuk menjelaskan, Pak Wantibris, Pak Moldoko, Pak Jeangar, dan Pak anggota DPR RI ya, apa saya? Saya tidak tahu apakah saya akan mendukungnya.

Sementara itu, PDIP belum memutuskan siapa yang akan maju dalam pemilihan presiden 2024, dan terserah kepada Presiden PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memutuskan calon presiden mana yang akan didukung.

PDIP juga memiliki forum resmi untuk membahas calon presiden dan wakil presiden untuk kenaikan pangkat, seperti rapat Partai Aksi Nasional.

“Yang jelas, saat forum PDIP dibuka pada 6 Juni nanti, akan ada rapat kerja tingkat nasional,” kata Massinton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.