Oktober 4, 2022
Spread the love

Siaran pers, al-Senush

Jakarta – Program Gerakan Pinky yang dilaksanakan PT Pertamina (Persero) dapat menjamin keamanan dan ketersediaan pasokan bahan bakar gas cair (LPG) di masyarakat, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM). link judi deposit pulsa

Pembelian gas tanpa batas juga memungkinkan Mitra Binaan untuk menggunakan LPG nonsubsidi untuk meningkatkan pendapatan mereka.

“Saya bergabung dengan gerakan Pinky ketika saya melihat pasokan LPG begitu mudah dan ada di mana-mana sehingga konsumen dapat dengan mudah mendapatkannya tanpa harus mengantri seperti gas bersubsidi. Kami juga dapat menyimpan lebih dari satu produk. Selain itu, LPG bersubsidi. Lebih tahan lama dan bertahan lebih lama dari LPG yang Anda terima.

Omar telah terlibat dalam Gerakan Pinky sejak awal Maret 2022. Dia memiliki bisnis sepatu dan konstruksi umum yang memperbaiki rumah dan gedung baru. Di masa pandemi, program di Pertamina ini sangat bermanfaat untuk pengembangan bisnis yang akan menambah penghasilan Anda.

“Omzet bulanannya antara 30 juta hingga 60 juta rupee. Sebelum bergabung dengan gerakan Pinkie, itu antara 10 hingga 15 juta rupee per bulan.

Pertamina memperkenalkan gerakan Pinky mulai tahun 2020. Program ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL) untuk memperluas jaringan distribusi resmi produk LPG non NPSO (Non Service Obligation) atau bersubsidi melalui pembiayaan dan pengembangan usaha. Mendukung dan memastikan penggunaan LPG yang tepat.

Di awal tahun 2022, Pertamina menyempurnakan program tersebut dengan merilis “Gerakan Kelingking Baru”. Program ini dalam tahap pengembangan program mulai pertengahan Maret.

“Mitra yang sudah ada akan berkesempatan untuk mengikuti pelatihan pengetahuan produk Bright Gas, pelatihan home service Pertamina untuk produk ritel (PDS/MyPertamina, dll), pelatihan pembukuan atau digitalisasi arus kas, dan pelatihan e-commerce/digital modern dalam pemasaran. . “, Fajriya Osman, Vice President, CSR dan SMEPP PT Pertamina (Persero), Jumat, 20 Mei 2022.

Sejak program berlaku hingga 2021, kampanye Pinky telah menargetkan 293 toko dan 544 usaha kecil, dengan total sirkulasi lebih dari Rp 54,2 miliar.

Fajerya menjelaskan, sasaran program ini adalah untuk basis, outlet, toko LPG, pengguna usaha kecil dan kecil atau konsumen LPG.

“Khusus pengguna PSO sebaiknya beralih ke produk non-PSO,” ujarnya.

Menurut Fajriyah, rekanan divisi outlet Binaan bisa berkembang menjadi titik penjualan dan distribusi untuk jaringan pemasaran LPG Pertamina. Untuk usaha kecil, kami dapat mendorong Anda untuk membawa bisnis Anda selangkah lebih maju dan tumbuh menjadi konsumen setia LPG Pertamina bebas PSO.

Dia menjelaskan, batas maksimum pinjaman yang ditawarkan ke sektor outlet adalah Rs 15 juta hingga Rs 75 juta, dan batas maksimum pinjaman untuk sektor mikro dan kecil dan menengah yang belum dilaksanakan adalah Rs 250 juta.

Fajeria menjelaskan penyebarannya pada 2022 akan melibatkan lebih dari 400 mitra yang terdiri dari 249 unit usaha pelaksana dan sisanya 151 usaha kecil dan segmen usaha kecil. Calon penerima tetap harus memperoleh agunan, sebaiknya berupa aset tetap, dengan minimal satu nilai agunan dari pinjaman yang diajukan.

“Sosialisasi Gerakan Pinky baru berlaku Februari 2022. Saat ini, Gerakan Pinky menyumbang hingga 80% dari program kemitraan Pertamina Patra Niaga regional. Jumlahnya diharapkan meningkat setelah program pelatihan. Dari segi UMK aktif bisnis, program pelatihan ini diharapkan mampu mempromosikan poster partner sebagai usaha kecil yang mendaftar kelas,” harap Fikri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.