Oktober 4, 2022
Spread the love

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah memutuskan terhadap gugatan yang diajukan oleh perusahaan Belgia Target Eleven ke PSSI. Pemohon tidak dapat memenuhi persyaratan CAS dalam gugatannya.

Majelis hakim mengirimkan surat kepada pemohon pada 3 Juni 2022. Hingga 6 Juni, pemohon tidak dapat memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga. CAS akhirnya tidak memenuhi permintaan Target Eleven. slot singapore

“Mengingat hal di atas, dengan tidak adanya kondisi yang ditetapkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga, Divisi Arbitrase Umum Pengadilan Arbitrase Olahraga atau yang ditunjuknya akan mengeluarkan perintah untuk menutup kasus tersebut. pengacara yang ditunjuk, PSSI dari Pengadilan Arbitrase Olahraga Sophie Rudd (CAS).

Ahmed Al-Riyadh, Anggota Pengurus Besar (Exco) PSSI, mengatakan: “PSSI tentu sangat senang dengan kabar baik ini. Manajemen PSSI saat ini tidak tahu apa-apa tentang apa yang dilakukan manajemen PSSI pada 2013. Sekarang semuanya jelas. . keputusan KAS”.

Target Sebelas menggugat PSSI ke Komisi Arbitrase Olahraga (CAS) karena masalah utang sebesar 43 juta euro atau sekitar Rp 672 miliar. Target Eleven dan PSSI bermitra sekitar 10 tahun lalu.

Target Eleven yang diwakili oleh David Richards juga datang ke Indonesia pada tahun 2013. Kedua pihak bertemu dan sepakat untuk meningkatkan profesionalisme sepakbola, dan pemerintah Indonesia disebut-sebut turut serta dalam kesepakatan tersebut.

Sementara itu, kerja sama belum lancar karena masalah sepak bola Indonesia. Dimulai dengan penggandaan kompetisi dengan federasi, pemain tidak mendapatkan hak apa pun dan mereka melakukan pengaturan pertandingan hingga dikeluarkan dari FIFA pada tahun 2015.

Isu-isu tersebut disebut-sebut telah menunda pembayaran dari PSSI ke Target Sebelas. Perusahaan pemasaran olahraga itu akhirnya memutuskan untuk menyerahkan laporan PSSI ke CAS pada 9 Juni 2021.

Sebenarnya, PSSI punya niat baik untuk mengatasi masalah ini, sehingga Target Eleven sempat menunda pelaporan ke CAS. Tapi sudah beberapa bulan tidak ada kabar. Target Sebelas sudah melaporkan PSSI ke CAS.

Patrick Mbaya memberi tahu pengadilan, dengan alasan bahwa PSSI tidak memiliki upaya penyelesaian lebih lanjut. Menurutnya, Persatuan Sepak Bola Indonesia hanya menunda-nunda tanpa niat memenuhi kewajibannya.

PSSI kemudian menanggapi permintaan Target Eleven agar utang tersebut merupakan warisan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Di sisi lain, PSSI menilai utang tersebut harus ditujukan kepada LPIS. Sekitar 10 tahun lalu, LPIS menjadi penyelenggara kompetisi Liga Super Indonesia (LPI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.