Februari 3, 2023
Spread the love

Reporter Laporan oleh Aris Johnny, Kalimantan Utara

Kaltara – Cucu Muara Jawa Kutai Kartanegara (Kokar) tega memukul neneknya hingga tewas karena pakaiannya digunakan untuk menyeka air seni.

Nenek 66 tahun, Misa, dipukul di bagian wajah dengan benda tumpul dalam kondisi mengenaskan. judi slot88

Direktur AKBP Polres Kokar Arwin Amrih Wentama tak menampik kejadian tersebut saat dikonfirmasi di TribunKaltim.co, Minggu (22/5/2022) melalui Kapoksek Muara Jawa Iptu Rachmat Andhika Prasetyo.

Ipto Indica mengungkapkan, pria yang menganiaya neneknya bernama Wahudi, 18 tahun.

Para pelaku saat ini ditahan di Kantor Polisi Muarazawa untuk penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa itu terungkap kemarin (21/5/2022) setelah mendapat laporan dari Rahamd, anak korban, pada Sabtu sekitar pukul 10.30 WIB.

“Pelaku sudah ditangkap saat itu juga,” katanya.

Serangan itu membuat korban menderita memar di tangan kanan dan mata kirinya.

Ibto Andeka menjelaskan, “Penganiayaan ini terjadi dua kali. Yang pertama pada 12 Mei 2022 dan yang kedua pada 18 Mei.”

Dia menjelaskan, penyerangan pertama yang terjadi pada Kamis (12/5/2022), mengenai tarban tangan kanan korban hingga memar.

Pada penyerangan kedua pada Rabu, 18 Mei 2022, pelaku memukul korban sebanyak tiga kali dengan tangan kosong di mata kiri dan memakai sarung tangan di kaki.

“Alasan penyerang menyerang nenek adalah masalah pakaian.

Saat itu, sang nenek sedang menyeka air seni dengan pakaian pelaku.

Pengungkapan itu bermula saat anak korban, Rahmad, mengunjungi Jalan M Hatta Gang Surya pada Sabtu, 21 Mei 2022, di Desa Muarajawa Ulu, Kawasan Muarazawa.

Kemudian Rahammad melihat memar di tangan kiri dan mata di tubuh neneknya. Saat ditanya, dia mengaku dianiaya oleh cucunya (pelaku).

“Pelaku ini keponakan pelapor. Jadi di rumah, korban tinggal bersama pelaku dan ibu pelaku,'” jelas Andika.

Ketika Rahamad mencoba bertanya langsung kepada Al-Wahyudi, dia menolak, dan Rahamad langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mabes Polri Maarat Jawa.

Kami segera melakukan otopsi terhadap korban. Dan untuk mendapatkan petunjuk, kami mendapat wastafel kuning untuk mandi.”(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *