Desember 4, 2022
Spread the love

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Jakarta-Minpura Roy Suryo telah menghapus gambar stupa mirip Presiden Indonesia yang diunggah ke akun media sosialnya.

Dalam hal ini, posting tersebut terkejut karena menyebabkan suara buzzer bersama dengan tuduhan bahwa itu memberikan pengaruh.

Kuasa hukum Roy Sorio mengatakan, “Roy Sorio sengaja menghapus postingan dengan itikad baik karena ada upaya untuk memperhatikan postingan tersebut dan mengarahkan postingan (BuzzerRp) pada kebencian dan permusuhan.” Petra Romandoni dalam keterangannya, Kamis (16/6/2022). link bola

Petra mengatakan, kliennya memperjelas apakah foto atau meme tersebut dibuat oleh orang lain sebagai bentuk kritik terhadap masalah biaya masuk ke Candi Borobudur.

Roy pun memberikan akun langsung sumber meme stupa tersebut dengan terlebih dahulu melampirkan akun asli yang diunggahnya.

Namun karena beberapa pendapat tertentu, unggahan menjadi tertunda dan banyak terjadi kesalahan terjemahan, sehingga Roy berencana untuk mengambil tindakan hukum terhadapnya.

Juru bicara Petra mengatakan, “Kami akan melaporkan insiden Roy Sorio ke polisi dan mengambil langkah konstitusional dan hukum untuk menjaga ketertiban di masyarakat.”

Himpunan Mahasiswa Buddhis Seluruh Indonesia (Hikmahbudhi) juga me-retweet foto klenteng batu tersebut, mengecam perilaku Roy Suryo.

Menurut putusan Mabudi, para intelektual seperti mantan menteri pemuda dan olahraga tidak boleh melakukannya. Juga, gambar yang diunggah menyinggung agama tertentu.

Hakam Mahboudi dan General Manager Riwan Central Management dalam keterangannya, Selasa (14/6).

Hakam Mahboudi juga mengkritik pihak yang menyunting dan menyebarkan gambar-gambar hasil editan Stupa Borobudur. Karena tindakan tersebut merupakan bentuk penistaan ​​terhadap agama Buddha.

Werewan mengatakan, “Ini semacam bullying dan kita perlu menyelidiki siapa yang membuat meme terlebih dahulu. Gambar Buddha adalah simbol suci agama Buddha.”

Ghukmbodhi akan berurusan dengan hukum terhadap mereka yang diyakini telah menghina agama mereka. Penelitian terhadap kasus ini masih terus dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *