Oktober 5, 2022
Spread the love

Garut – Desa Bareto (desa tua) di Garut, Jawa Barat, sebenarnya merupakan perpanjangan dari perkebunan kopi Arabika, namun menjadi arena bermain keluarga dengan nuansa desa tradisional oleh direktur dan pengelola kawasan wisata Awan Juanda (54). Penuh budaya lokal.

Terletak di tepi jalan raya Cisurupan Garut, kawasan wisata keluarga yang relatif baru di kota Tambakbaya, Provinsi Cisurupan, dengan tampilan yang indah dan cocok untuk liburan keluarga. slot resmi

Deretan bangunan desa adat yang terdiri dari kamar-kamar beratap korma yang tertata rapi mengelilingi perimeter, memberikan kelegaan bagi pengunjung yang ingin menikmati sensasi bermalam di alam yang sejuk.

Baca juga

Jangan lupa beberapa tempat permainan tradisional yang ada di masa lalu, dan mudah ditemukan dan dinikmati di sini.

Ia menyebutnya panahan, Sondhatau Enklek, Gala Zhidar untuk Latihan Kelincahan, Sodoth Gaflok, Gadu Kalesi (marmer), Lerevonan, Gatrick, Eggrand, Ketepel, Gadou Karret, Kongkak, Acar.Atau disebut acar bola.

Mengenakan kaus oblong dengan tulisan ‘Desa Pareto’, ia terlihat sibuk memberikan instruksi dan instruksi kepada banyak anak yang sedang ‘menembak’ di sebuah taman bermain bernama Desa Barito.

“Datanglah ke geladak dan belajarlah menggunakan busur yang baik untuk memberikan tarikan yang kuat,'” kadang-kadang ia menginstruksikan beberapa pengunjung muda di sana.

Menurutnya, kehadiran wisata alam di Desa Barito memang sengaja dirancang untuk memberikan suasana hangat dan rustic di tengah hiruk pikuk kehidupan kota saat ini.

Sehingga siapapun yang datang kesana akan merasakan suasana dan nuansa alam yang berbeda di kawasan wisata di dekat kaki Gunung Papandayan Garut yang sangat indah ini.

Cesip JK lokal Garut mengaku senang memiliki destinasi wisata Desa Barreto. Selain itu, suasana alam yang terjaga dengan baik dan terdapat puluhan permainan tradisional, sehingga cocok untuk memberikan hiburan yang menghibur bagi pengunjung.

Baginya, permainan tradisional yang membutuhkan konsentrasi dan latihan fisik bagi pengunjung sangat efektif untuk melindungi anak-anak dari kecanduan alat atau alat masa kini.

Dengan keragamannya yang unik, fasilitas permainan tradisional yang disediakan oleh pengelola Bareto Village menjadi tawaran yang menarik untuk dinikmati pengunjung selama berada di sana.

Ia pun tak pelit memuji makanan pengelola toko tersebut, dengan mengatakan, “Nasi Lewisnya tipis, jadi kopi arabika perwakilan Garut juga enak.”

“Jadi konsepnya tidak hanya bisa merasakan kota di sini, tapi wisatawan juga bisa menikmati keindahan berkebun dan bercocok tanam di tempat-tempat wisata tersebut,” ujarnya.

Sebuah daerah pertanian yang sudah lama dikenal akan kesuburannya, Kampung Bareto Cisurupan adalah alternatif hidangan liburan yang bagus untuk keluarga.

Di Cisurupan, Hotel Papandayan konon pertama kali dibangun oleh petugas kebersihan Belanda sebagai tempat peristirahatan di Garut.

Di tengah perpanjangan kebijakan pelonggaran yang diterapkan pemerintah pascapandemi COVID-19. Tak ada salahnya mencoba pengobatan di kota Van Java di Garut, Swiss yang sudah lama dikenal dengan hawa dinginnya.

Tidak hanya aman dan hangat, penduduk setempat menyambut Anda, dan biaya pengunjung relatif rendah. Biaya masuk 10.000 rupee per orang sudah cukup, dan pengunjung bisa menikmati liburan keluarga di sana. Nikmati.

Silakan tonton video spesifik berikut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.