Oktober 4, 2022
Spread the love

JAKARTA – Prof Tjandra Yoga Aditama, mantan direktur wabah World Health Organization (WHO) di Asia Tenggara, meminta otoritas kesehatan Indonesia untuk segera mempelajari penyakit cacar monyet yang saat ini menyebar di Eropa, Australia, dan Amerika Serikat.

Setelah mengetahui penyakit tersebut, pemerintah Indonesia segera melakukan pengendalian untuk menahan penyebaran cacar monyet. slot online terbaik

Yoga mengatakan dalam keterangannya, Sabtu (21 Mei 2022) “Kami mengetahui juga bahwa ada laporan dugaan kasus di Australia. Artinya, Indonesia harus memahami penyakit itu dan mengendalikan kepala kera jika diperlukan.” .

Kemudian Yoga memberitahunya bahwa dia berada di New York untuk menghadiri upacara kelulusan Universitas Columbia.

Di Amerika Serikat, katanya, ada banyak cerita bahwa otoritas kesehatan New York sedang menyelidiki kemungkinan cacar monyet, penyakit yang dilaporkan beberapa hari lalu di Inggris, Portugal, Swedia dan Spanyol.

Direktur penelitian pascasarjana Universitas Yassi menjelaskan bahwa pasien pertama New York dirawat di Rumah Sakit Bellevue dekat 1st Avenue.

Sampel pasien telah
dikirim ke laboratorium kesehatan masyarakat kota untuk pengujian awal dan, jika positif, akan dikirim ke laboratorium Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk mengkonfirmasi diagnosis cacar air monyet.

“Ini adalah bentuk yang baik dari sistem rujukan berjenjang yang diterapkan di negara kita juga. Sekitar 20 tahun yang lalu ada wabah cacar monyet di Amerika Serikat, dengan hingga 47 kasus pada waktu itu, dan impor tupai dan/ atau hewan pengerat lain dari Indonesia, menginfeksi hewan lokal,” kata Yoga.

Kali ini, kasus terduga di New York datang sehari setelah kasus terkonfirmasi di Massachusetts baru tiba dari Kanada. Otoritas kesehatan di Montreal, Kanada sedang menyelidiki lebih dari 15 kasus yang dicurigai di sekitar Montreal (Willie Widianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.