Oktober 5, 2022
Spread the love

Unit Khusus Kontraterorisme (Sensus) ke-88 mengungkap peran mahasiswa yang diduga terlibat jaringan teroris ISIS atau Negara Islam (IS) di Irak dan Suriah.

Brigjen Ahmed Ramadan, Kepala Divisi Humas Polri (Karo Binmas), menjelaskan tersangka teroris berinisial IA (22) telah mengumpulkan sumbangan untuk ISIS. judi slot online

Ramadhan pada Selasa (24/5/2022) mengatakan kepada wartawan di Jakarta bahwa “intervensi militer Irak adalah untuk mengumpulkan dana untuk membantu ISIS di Indonesia”.

Baca juga

Ramadhan menambahkan, peran otoritas tidak sebatas menghimpun dana. Mahasiswa tersebut juga diketahui memiliki akun media sosial ISIS yang kerap memposting konten tentang terorisme.

Ramadan menjelaskan bahwa “yang bersangkutan juga mengelola situs media sosial dalam rangka penyebaran materi ISIS terkait kejahatan teroris”.

Pasukan Irak juga sering melakukan kontak dengan tersangka berinisial MR dan kelompok teroris Ansharut Dawla (JAD) untuk melakukan dugaan perilaku ala Amaliyah. Pemiliknya diketahui sudah ditangkap oleh Densus 88 Polri kontraterorisme sebelum IA.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 Mabes Polri menangkap tersangka organisasi teroris ISIS, organisasi teroris simpatisan ISIS, di pusat mahasiswa di Kecamatan Dinoyu Vermay, Malang timur, pada siang hari Senin, 23 Mei. , 2022.

Informasi yang didapat, IA yang berusia kurang lebih 22 tahun itu masih ditahan terkait penangkapan Jamah Ancharot Dullah (JAD) Lampung. Beberapa anggota kelompok ini ditangkap beberapa bulan lalu, mengaku sebagai organisasi teroris.

Penangkapan dan penggeledahan rumah kos tersebut berlangsung mulai pukul 12:15 hingga 13:20. Ketua dewan pemerintahan sendiri dan departemen masyarakat setempat juga menghadiri pemeriksaan sebagai saksi. Sore itu, IA langsung dipindahkan ke Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

AKP Bayo Viprianto, Kepala Bareskrim Polres Malangsi, membenarkan penangkapan organisasi yang diduga jaringan teroris itu setelah dikonfirmasi melalui pesan tertulis. Tersangka langsung diangkut oleh polisi.

“Ya, penangkapan itu benar. Tim Densus 88 Mabes Polri langsung menangkap mereka,” kata Bayo.

Lurah Maki, Kota Malang, RW 6 Kelurahan Dinoyo mengaku telah dihubungi oleh petugas kepolisian yang dimintai keterangan untuk menjadi saksi penggeledahan rumah kos pelaku IA. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 bahkan tanpa sempat menatap wajah pelaku.

“Saya tidak melihat wajah pemuda itu ketika saya tiba,” kata Maki, Senin (23 Mei 2022) di Malang. Seorang polisi mungkin telah membawanya pergi. Saya hanya saksi dari jaksa.”

Saat memasuki ruangan, dia melihat bendera ISIS berwarna hitam tergantung di dinding ruangan. Dan dua bendera hitam dengan monoteisme berwarna putih di lemari besi.

Selain itu, tiga seragam taktis ditemukan. Ruangan itu juga memiliki senapan laras panjang dengan penyangga. Mackey tidak tahu apakah itu pistol asli atau mainan.

“Polisi mencoba, tetapi senjata tampaknya telah rusak. Buku, busur, dan anak panah juga disita.”

Dia menandatangani laporan pemeriksaan dan baru meninggalkan kantor polisi sekitar pukul 17.00.

“Tidak ada pertanyaan dan Anda hanya bisa mengikuti tes sebagai saksi,” katanya.

Sebagian besar mahasiswa dari universitas lain tinggal di kos di Malanci Timur Dinoyo Fermay distrik tempat tersangka teroris berada. Diketahui, pemilik kost tersebut bukanlah warga Malangsi sendiri.

“Saya punya suami dan istri yang menjaga rumah kos, dan mereka juga tinggal di sana. Tapi tidak dengan penduduk desa kami,” kata Mackie.

Dia mengaku tidak mengetahui identitas pemiliknya, serta identitas tersangka teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri. Tertangkapnya seorang terduga jaringan teroris menjadi pelajaran penting bagi seluruh warga, termasuk ketua RT dan RW.

Memperketat pendaftaran dan pengawasan warga internal kawasan. Karena selama ini terlihat agak longgar dalam hal pendataan warga pendatang dan pemilik kos. Ada rencana mengumpulkan semua ketua RT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.