Oktober 4, 2022
Spread the love

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang manfaat vitamin D pasca pandemi COVID-19. Jenis vitamin ini diketahui memainkan peran penting dalam tubuh.

Namun, menurut Jurnal Medis 2020, 1 dari 2 orang Indonesia kekurangan atau kekurangan vitamin D. link game bola

Penelitian menunjukkan bahwa hanya 14% orang Indonesia yang tahu jika mereka kekurangan vitamin D.

Salah satu alasannya adalah kekurangan vitamin D sering memiliki gejala yang tidak disadari oleh orang yang menderita kekurangan vitamin D.

Beberapa gejala kekurangan vitamin D antara lain kelelahan, mudah sakit, penyembuhan luka lebih lama, perubahan suasana hati, kecenderungan kesedihan dan perubahan suasana hati, kecemasan berlebihan, dan rambut rontok. kata media. Simposium bertajuk Anjingnya Tunjukkan Cara Praktis Deteksi Kekurangan Vitamin D pada Selasa (24/5/2022).

Kekurangan vitamin D juga terjadi pada hampir semua kelompok umur, termasuk negara tropis seperti Indonesia. Ternyata alasannya berbeda.

Selain kurangnya paparan sinar matahari, kekurangan vitamin D dapat disebabkan oleh sejumlah faktor lain.

Padahal, memenuhi kebutuhan vitamin D sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh seseorang. Selain itu, mengonsumsi vitamin D membantu menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot.

Vitamin D juga diketahui dapat mencegah berbagai penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit autoimun.

Jika demikian, bagaimana menentukan apakah tubuh Anda kekurangan vitamin D mungkin muncul di benak Anda.

Ini akan tersedia secara online melalui D3TES, kata Sonny Rifendy, Brand Manager Sakatonic Group.

“Alat online D3TES diluncurkan untuk mengedukasi dan menyadarkan masyarakat terutama kalangan usia produktif yang rutininitas dan waktu yang terbatas untuk memenuhi vitamin D”, ujar Sonny.

Devia menjelaskan, penyaringan tersebut juga dapat dilakukan dengan mudah yakni dengan menjawab beberapa pertanyaan yang tersedia.

Lebih lanjut Devia menjelaskan, setelah menyelesaikan smua pertanyaan yang diberikan maka Anda akan mendapatkan hasil terkait kadar vitamin D pemeric acid tersebut.

Di sisi lain, vitamin D diperoleh secara alami dari sinar matahari, termasuk sinar ultraviolet, yang membantu tubuh membentuk vitamin D3.

Vitamin D juga bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan dan suplemen pendukung vitamin D, dan menurut Sonny, mengonsumsi suplemen vitamin D merupakan cara yang cepat dan praktis.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian Anda, terutama saat beraktivitas yang berangsur-angsur kembali normal di fase endemis pandemi ini.

Sebuah studi Finlandia yang diterbitkan dalam Scientific Records menemukan bahwa kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan sakit kepala kronis.

Orang yang kekurangan vitamin D diperkirakan dua kali lebih mungkin mengalami sakit kepala setidaknya sekali seminggu.

Para peneliti mengakui bahwa mereka tidak yakin mengapa vitamin D membantu mengurangi sakit kepala.

Namun, mereka percaya bahwa vitamin D dapat memberikan perlindungan terhadap peradangan atau rasa sakit yang terkait dengan saraf pada manusia.

Hal ini juga sejalan dengan penulis Doctor Who Detox Diet Christine Gerbstadt, MD. Menurutnya, orang dengan kadar vitamin D yang cukup, terutama pria, lebih sedikit mengalami sakit kepala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.