Oktober 5, 2022
Spread the love

Sistem transaksi contactless dan contactless atau pembayaran tol nonstop melalui skema MLFF (Multi-lane Free Flow) akan mengubah desain pembangunan jalan tol mulai sekarang.

Pasalnya, fungsi gerbang tol untuk membayar tol saat menggunakan tol hilang.

Direktur Badan Pengatur Jalan Raya (BPJT) Departemen Perumahan Rakyat dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Bariksit mengatakan, pembangunan jalan baru ke depan tentunya akan dikoordinasikan dengan kebijakan baru perdagangan tol nonstop.  slot hoki

“(Desain) berubah. Jadi kami juga mendapat desain baru dari Bina Marga untuk desain pintu gerbang. Jadi, desain yang disederhanakan, kami menerapkannya, “kata Danang dari Jakarta, mengutip Danang di Jakarta, Rabu (8 /6). . . / 2022).

Kemudian dia menambahkan, “Mereka yang memulai setelah MLFF penuh waktu tidak menggunakan Biggate lagi, kan?”

Da Nang kemudian mencontohkan pembangunan Tol Serpong-Sener (2 seksi Pamulang-Sener) yang berbeda dengan tol lain yang sudah ada.

“Tol Cinere-Serpong ini desainnya sederhana. Yang dibutuhkan hanya rangka besi dan terpal putih. Jadi kita tidak menggunakan model bangunan besar seperti yang selama ini kita lihat,” jelasnya.

Rencananya, transaksi contactless dan sistem stopover yang ditargetkan dapat diterapkan di seluruh jalan tol di Indonesia pada akhir 2023 atau paling lambat awal 2024.

Namun, ini tidak berarti bahwa portal biaya yang ada akan dihancurkan. Da Nang mengatakan fungsi gerbang tol dapat dipertahankan sebagai gerbang penyambutan yang menunjukkan identitas budaya daerah di mana ia berada.

“Tergantung fungsinya. Ada beberapa contoh seperti Bali yang masih perlu mempertahankan identitas lokal. Apalagi sudah dimodernisasi menghadapi G-20.”

“Makanya akan kita evaluasi satu per satu. Tapi prinsipnya gerbang tol akan dibongkar secara bertahap,” kata Danang.

Danang Barixit, Direktur Badan Pengatur Jalan Raya (BPJT) Kementerian Perumahan Rakyat (PUPR), mengatakan sistem transaksi tanpa kontak atau multi-lane free flow (MLFF) akan mulai diterapkan pada akhir tahun. 2022.

Jadwal tersebut masih dalam tahap awal karena pihaknya berencana melakukan uji coba transaksi non-stop cashless di enam rute berbayar pada akhir tahun ini.

Da Nang pada Selasa (6 Juli 2022) di Kantor Jalan Tol Dinas PUPR DKI Jakarta, Tol Zagorawi, Tol Pusat Kota, Tol Bali Mandara, total ada 6 ruas tol.

Menurut dia, jadwal uji coba MLFF sejauh ini adalah Desember 2022, sesuai dengan kontrak awal. Entitas administrasi juga dapat membebankan biaya layanan untuk BUJT.

”Apakah akan dimulai tergantung pengalaman dan kesiapan. Keenam bagian ini akan menjadi bagian pertama yang kami implementasikan secara komersial,” jelas Danang.

Da Nang mengatakan implementasi dana multilateral akan dilaksanakan secara bertahap. Penelitian ini direncanakan mulai tahun 2017, dan sistem pembayaran tunai awalnya diubah menjadi cashless.

“Ke depan, tanpa gerbang, kompleksitas akan tumbuh secara eksponensial. Jadi kami ingin memastikan proses enam metode dapat dilakukan selama pengujian,” katanya.

Sebelumnya, Departemen Perumahan Rakyat (PUPR) mulai membangun implementasi transfer elektronik transaksi biaya untuk sistem transaksi nontunai berbasis multi-path free-flow (MLFF), yang juga dikenal sebagai transaksi pembayaran tanpa kontak.

Hal ini ditekankan oleh persyaratan Roatex Ltd. , Hongaria, Keputusan Menteri No. PUPR: Pelaksanaan Usaha (BUP) Pemerintah dan Kerjasama Dunia Usaha Sistem Transaksi Penagihan Tunai Contactless melalui PB.02.01-Mn/132 tanggal 27 Januari 2021.

Danang Bariksit, Direktur Badan Pengatur Lalu Lintas Jalan (BPJT), Departemen PUPR, mengatakan target pembentukan MLFF akan dimulai pada 2021.

Da Nang mengatakan Senin (2 Januari 2021) “Setelah itu, akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2022, dan akan dilaksanakan sesuai dengan ukuran wilayah, bukan jalur transportasi.”

Dengan berdirinya Roetex Co., Ltd., sebagai penawar, perseroan akan segera menyusun action plan pelaksanaan proyek bersama BPJT. Tahun pertama setelah penandatanganan perjanjian kerjasama BUP dengan pemerintah adalah masa pelaksanaan konstruksi selama 10 tahun masa konsesi kerjasama.

Diharapkan awal tahun 2022 MLF sudah bisa diterapkan di sebagian besar jalan tol, khususnya Jawa dan Bali.

Teknologi ini akan diimplementasikan berdasarkan Global Navigation Satellite System (GNSS), teknologi tercanggih dalam sistem transaksi cashless berbasis dana multilateral.

Teknologi tersebut sangat terbuka untuk pengembangan layanan jalan tol lainnya seperti ERP (Electronic Road Payment), manajemen lalu lintas berbasis data (Big Data), dynamic pricing, parkir, dll tergantung kebutuhan pengembangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.