Oktober 4, 2022
Spread the love

Petrodis Mega Kliduan, Panglima Komando Revolusioner Patriot (Kopatriev), menginginkan hukuman maksimal bagi politisi PDIP Ruhut Sitompul karena mengunggah meme Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan dengan pakaian adat Papua.

Petrod juga menegaskan jika hukuman yang dijatuhkan kepada Roht tidak maksimal, pihaknya akan terus mengajukan banding. agen situs slot judi

“Kita lihat saja nanti. Kita lanjutkan. Kalau perlu, kita kejar sampai mendapat hukuman maksimal.”

Saat dihubungi pada Minggu (22 Mei 2022) dia mengatakan, “Saya akan terus mengajukan banding jika mereka dihukum dengan cara biasa.”

Petrodes juga mengaku, setelah Ruhut dilaporkan, ia dipanggil ‘Pesson’, artinya gila.

Penghinaan itu disampaikan Ruhut melalui akun Twitter pribadinya @ruhutsitompul dan ditautkan pada Sabtu (20 Mei 2022) dengan nama akun Petrodes MegaPKeliduan.

Ruhut menulis: “Hahaha rakyat Indonesia sayang, kalian para raksasa yang punya tempat untuk mendukung kalian, jangan terlalu besar. Saya yakin kalian akan segera bisa bermain Pesson (gila) Shalom Merdeka.

Petrodes menulis “OK” dalam cuitan tersebut dan menanggapinya dengan emoticon jempol.

Atas penghinaan tersebut, Petrod mengaku tidak akan melaporkannya ke pihak berwajib.

“Tidak (tidak dilaporkan oleh Ruhut). Kalau tugasnya menggoda saya, saya rasa tidak. Tapi kalau soal rasisme, saya akan kejar.”

Ia menjelaskan bahwa “bahkan sampai mendapat hukuman maksimal”.

Terkait laporan Petrodes tentang Ruhut, dia mengatakan survei itu dilakukan di akun Twitter pribadinya pada Sabtu.

Menurut survei, 97% pengguna Internet menginginkan Rohut Situmbul ditangkap sehubungan dengan kasus ini, mengklaim bahwa ini adalah hasil jajak pendapat organik.

“Kami melakukan polling di Twitter. Hanya dalam 16 jam, hampir 15.000 orang (warga) memilih. 97% ingin segera ditangkap.”

“Hasil ini organik dan membuktikan bahwa orang Indonesia membenci rasisme,” kata Petrodez.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ruhut Sitompul dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena mengunggah foto Gubernur DKI Anies Baswedan mengenakan kostum Dani, suku asli Papua.

Zulpan menjelaskan, alasan pelapor memanggil Roht ke polisi karena dihina di akun Twitter-nya. Postingan meme Anis berbaju adat Dani di akun Twitter Ruhut dinilai rasis.

Dalam laporannya, Ruhut Sitompul didakwa melanggar Pasal 28(2), serta Pasal 45a(2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun Republik Indonesia Tahun 2008. Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Karena itu hanya membuat stigma Papua menjadi tidak menyenangkan, mengingat semua orang, terutama orang Papua seperti Anis dan Rohut, bukanlah bagian dari kemanusiaan. Sebagai warga negara Papua, unsur penghinaan, pencemaran nama baik, dan penistaan ​​tidak bisa dikesampingkan,” ujarnya.

“Hahahaha, orang Batawi bilang tidak takut X Sips,'” cuit Ruhut mengunggah meme tersebut.

(/ John Listio Boruto/Bandy Permana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.