Oktober 4, 2022
Spread the love

Jajak pendapat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan bahwa pada Pilpres 2019, pemilih Presiden Joko Widodo atau Jokowi cenderung lebih memilih Prabowo Subianto daripada Ganjar Prano.

Dukungan pemilih Jokowi untuk Prabhu juga meningkat, namun menurun di Ganjar.

Baca juga slot kamboja

Pendiri SMRC: “Jadi Ganjar selalu cenderung menang. Keduanya Prabowo dan Anies cenderung datar. Sekarang terjadi perang antara Prabowo dan Ganjar. Antara Desember dan Maret, Prabowo naik 4%. Ganjar turun 4%.” Surat kabar itu mengutip Saif Mazni dalam siaran pers Sabtu (6 April 2022).

Menurutnya, Prabhuo dan Gangar sering menempati urutan pertama dalam berbagai jajak pendapat terkait pemilihan presiden 2024, namun SMRC baru-baru ini mencatat bahwa banyak pemilih terkemuka Jokowi telah memutuskan untuk beralih mendukung pemimpin partai Grendra dalam pemilihan mendatang. pemilihan. pemilu Presiden.

Saif menjelaskan dalam survei yang dilakukan selama setahun terakhir oleh Center for Research and Surveys bahwa mereka yang memilih Jokowi di Pilpres 2019 cenderung memilih Ganjar Prano. Namun banyak yang beralih ke Prabowo dan Anees Baswedan.

Dalam empat jajak pendapat, dari Mei 2021 hingga Maret 2022, Genjar mendapat suara terbanyak dari pemilih Jokowi. Ini melonjak dari 32,8% pada Mei 2021 menjadi 40,6% pada Desember 2021, kemudian turun menjadi 36,9% pada Maret 2022.

Sedangkan Prabowo turun 24,6% pada Mei 2021 dan 22,4% pada Desember 2021 sebelum naik lagi menjadi 26,3% pada Maret 2022. Anis Baswedan memenangkan masing-masing 23,8% pada Mei 2021 dan 20,8% pada Maret 2022.

Ia mengatakan peta dukungan pemilih Jokowi-Maarouf Amin pada Pilpres 2019 penting bagi para pemilih yang bersaing pada 2024. Saif menilai tindakan pemilih Jokowi-Maarouf Amin tidak bisa semata-mata didasarkan pada keputusan partai.

Dia mengatakan aspek lain dari partai juga harus dipertimbangkan. Pasalnya, PDI-P tidak melebihi 20% suara pada pemilihan umum 2019 dan Jokowi Maarouf memperoleh 55% suara.

“Kekuatan PDIP sekitar 20% lebih besar dari total pemilih. Untuk mendapatkan peningkatan 50% perlu dukungan dari pihak lain. Dan pada 2019 pemilih Jokowi tidak hanya dari DPP, tetapi juga Nasdim, Golkar dan lain-lain, ” kata Saif.

Menurut dia, wajar jika pemilih Jokowi cenderung memilih tukang kayu. Pasalnya, baik Jokowi maupun Ganjar sama-sama berkuasa di Jawa Tengah.

“Ganjar tidak banyak dikenal, tapi basis Jingar sama dengan Jokowi. Keduanya kuat di Jawa Tengah. Ganggar sekarang penguasa Jawa Tengah,” katanya.

Soal perolehan suara Prabowo lebih banyak ketimbang Anise, Safe menyebut ada kaitannya dengan hubungan Jokowi dengan kedua tokoh tersebut.

Prabowo adalah partai oposisi dalam pemilihan presiden, tetapi baru-baru ini bergabung dengan kabinet bersama Jokowi. Partai tidak mendukung Jokowi. Karena itu, publik menganggap hubungan Jokowi dan Anise tidak baik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.