Oktober 5, 2022
Spread the love

Pemerintah Kota Tangerang telah menghentikan penerimaan ternak sapi di beberapa daerah yang terkena penyakit sapi. Kebijakan ini karena dampak dari penyakit mulut dan kuku (PMK) yang semakin meningkat.

“Sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit tersebut, pemerintah pusat menghentikan peternakan melalui kementerian terkait,” kata Abno Arivanto, Direktur Pertanian Badan Ketahanan Pangan Tangerangsi. slot88

Acep mengatakan Rabu (25/Mei 2022) ”Kami sama-sama mengetahui bahwa kementerian telah menutup jalur pengiriman sapi di wilayah yang bertanda PKK. Kota Tangerang sedang memperkuat langkahnya saat ini dan memelihara sapi di wilayah terdampak PMK,” kata Acep. tidak menerimanya.” katanya. ).

Selain menghentikan pengiriman, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan PMK terhadap sapi. Proses ini akan terus berlanjut hingga semua peternakan atau feedlot di Kota Tangerang selesai dirombak total.

Pertanian, Pangan, dan Perdesaan Asep Jatnika mengatakan pihaknya sedang mendata semua hewan berkuku, tidak hanya sapi. Ini merupakan langkah menuju deteksi dini penyakit tersebut.

Kemudian pihaknya melakukan pengaturan lain ketika muncul masalah PKK di kawasan Alf Sanaa. Karantina dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap hewan yang terinfeksi, dan disinfektan seperti disinfektan juga diterapkan.

Sementara itu, merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak diyakini menjadi penyebab naiknya harga daging sapi di Tangerang. Dulu harga 1 kg Rp 135.000, sekarang menjadi Rp 150.000.

Hidayat, pedagang di Pasar Tangransi Lares, mengatakan kenaikan harga dilakukan sekitar dua pekan karena sulitnya pasokan daging sapi.

Dia mengatakan Selasa (24/5/2022) “Pengiriman daging sapi banyak yang terhenti. Jadi harganya tinggi. Turun setelah Rivaran lalu naik lagi karena PMK.”

“Daya beli berkurang, tapi biasanya bisa pakai sekitar 20kg sehari, tapi sekarang saya tidak bisa pakai minimal 10kg. Soalnya PMK tidak menular karena menakutkan, dan selain itu harganya juga mahal. harga.” “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.