Oktober 7, 2022
Spread the love

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaja Ono menanggapi keterlambatan Rp 750.000 sebagai tanggapan atas penundaan kenaikan tarif candi Borobudur yang diputuskan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Sandiaga mengatakan yang terpenting saat ini adalah empati kepada masyarakat.

Sandiaga mengatakan kepada wartawan, Jumat (6 Oktober 2022 di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta) “Kita perlu benar-benar berempati dengan masyarakat kita sehingga kita dapat terus memperluas kebangkitan ini dengan situasi ekonomi yang sulit saat ini.” kata Sandiaga. link bolacash

Sandiaja mengatakan, Kementerian Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Pariwisata bersama dengan panitia 10 DPR RI telah mencapai kesepakatan tentang kebijakan untuk melestarikan budaya, termasuk Candi Borobudur. Dia ingin ekonomi masyarakat pulih.

Sandyaga kemudian yakin bahwa keputusan yang diambil pasti akan berpihak pada pelestarian Candi Borobudur. Sandiaga tidak hanya menjamin keberlanjutan, tetapi juga kesejahteraan staf di sekitar Candi Borobudur.

Komite X menyatakan bahwa itu termasuk masukan dari kantor wilayah dan pemangku kepentingan daerah/daerah. Informasi ini tentunya akan digunakan untuk mengambil keputusan untuk pelestarian candi Borobudur dan untuk kebaikan masyarakat, 

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya telah menunda kenaikan tarif Candi Borobudur menjadi Rs 750.000. Luhut mengatakan, penilaian terhadap pengelolaan Borobudur sudah dilakukan.

“Untuk tiket, saya kira kita tetap. Kita lihat saja nanti bagaimana,” kata Luhut, Kamis (9/6) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.