Oktober 7, 2022
Spread the love

Detasemen Khusus (Sensus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial IA (22). Penangkapan tersebut terjadi pada Senin, 23 Mei 2022 sekitar pukul 12.00 WIB di Kota Malang, Jawa Timur.

“Salah satu tersangka berinisial IA berusia 22 tahun dan merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang,” kata Humas Polri Brigadir Briptu Carupinmas kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).  judi

Dia menjelaskan, intervensi militer Irak adalah untuk menggalang dana untuk membantu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Selain itu, ia mengelola media sosial dalam rangka penyebaran materi ISIS terkait aksi terorisme.

Saat ini, penyidik ​​di Densus 88 masih terus menangani dan mengusut lebih lanjut keterlibatan tersangka teroris dan perkembangan tersangka lainnya.

Kemudian mengenai kontak antara IA dengan MR atau tersangka terorisme yang ditangkap sebelumnya, ini sebelum MR ditangkap oleh sensus.

“(Komunikasi) Sebelum menangkap Pak M,” katanya.

Ramadan belum bisa mengungkap barang bukti yang disita. Namun, berdasarkan bukti yang ada, surat perintah penangkapan diajukan.

Dia menyimpulkan: “Batalyon memiliki cukup bukti. Kami adalah tersangka, jadi kami perlu membuat setidaknya dua bukti.”

“Tempat penyerahannya di Desa Bahoya Riku, Kecamatan Bungko Barat, Kabupaten Murwali,” kata Ahmed dalam keterangannya, Kamis (19/5/2022).

Ahmed mengatakan tersangka teroris Murwali diidentifikasi dengan inisialnya MRW, 22. Pria tersebut berdomisili di Desa Vega, Kecamatan Poso Besir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Ahmed tidak merinci banyak hal mengenai upaya ekstradisi seorang tersangka teroris. Mencakup semua jaringan atau grup yang terkait dengannya.

Ahmed menekankan bahwa dia “dua kali terlibat dalam tindakan Al-Dad dan setia kepada Emir ISIS”.

Ke-88 hitungan itu menangkap 24 warga yang sebelumnya bergabung dengan ISIS. Dua puluh dua di antaranya ditangkap di Sulawesi Tengah atas tuduhan bergabung dengan kelompok teroris di Pegunungan Foso.

Penangkapan tersebut berlangsung pada 14-16 Mei 2022 di Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, dan Jakarta. Penangkapan terbanyak dilakukan oleh Densus 88 di Kabupaten Poso dan Ambana Sulawesi Tengah.

Menurut Komisaris Polisi Sulawesi Tengah Irjen Rudi Sophhriadi, 22 orang yang ditangkap Sensus 88 di Sulawesi Tengah terdiri dari 19 warga Kabupaten Poso dan tiga warga Kabupaten Ampana. Mereka diduga berencana bergabung dengan MIT (Mujahidin, Indonesia Timur) di Foso sebagai anggota ISIS ilegal.

Tim Data Khusus Sensus ke-88 atau Polisi Kontra Terorisme secara serentak menangkap 24 terduga teroris dari MIT (Jaringan Mujahidin Indonesia Timur) di berbagai wilayah Indonesia. Mereka memiliki berbagai peran dalam keanggotaan.

Humas Polri Brigjen Karo Binmas Brigjen Ahmed Ramadan mengatakan identitas tersangka teroris adalah MIR, BSS, ETO, MB, IS, FM, TT, SH, H, AWS, DRM, TL, AMW, MR dan EA serta DM dan SI. dan RK, LY, RK, ISR, MAM, K dan FS.

“Implikasi dari 24 tersangka yang ditangkap sensus itu, mereka umumnya aktif dalam pelatihan Idna dan setia kepada para penganut Amirul karena kita tahu bahwa ISIS sudah memiliki pemimpin baru. Jadi ada yang membuat janji,” jelas Ahmed di Mapolres Jakarta Selatan. Selasa (17/5/2022).

Setelah itu, Ahmed melanjutkan untuk mendukung MIT Poso dengan para tersangka yang berencana untuk bergabung dengan MIT Poso, membantu mengatur logistik dan menyembunyikan informasi tentang kegiatan MIT Poso.

Atas penangkapan ini, polisi Batalyon Teror 88 melakukan penggeledahan dan menemukan beberapa petunjuk, antara lain delapan senapan PCP dengan peredam dan penyangga, magasin PCP merah dan hitam, satu pistol, dua magasin M16, dan 244 5.56mm. , 10 kaliber spesial, 2 tempat pensil, 1 busur, 2 panah, 22 parang, 4 pisau pedikur, pisau lipat, 26 ponsel.

“Dua puluh empat tersangka ditangkap sekaligus,” Ahmed menekankan.

Detasemen Khusus (Sensus) 88 Polisi antiteror menangkap tujuh terduga teroris di Jawa Barat. Tujuh orang diduga anggota jaringan Jamaat-e-Islami.

“Tujuh orang sudah ditangkap. Mereka dari kelompok Jemaa Islamiya,” kata 88 Kumbes Aswin Siregar, Kepala Operasi Pendukung Pasukan Penanggulangan Terorisme, di Jakarta, Rabu (20 April 2022).

Namun, Aswin tidak menjelaskan peran atau keterlibatan ketujuh orang tersebut dalam jaringan teroris. Dia mengatakan polisi akan mengumumkan hasil lengkap penangkapan pada konferensi pers dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.