Oktober 7, 2022
Spread the love

Penambahan kasus positif sembuh dan meninggal akibat virus corona Covid-19 masih dilaporkan di Indonesia.

Menurut data Kamis (6 September 2022) hari ini, 556 orang telah terinfeksi virus corona, menurut laporan dari Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19.

Dengan demikian, total kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia menjadi 6.058736.

Menambahkan 410 kasus pemulihan hari ini. Di Indonesia, sebanyak 5.890.040 pasien COVID-19 telah sembuh dan dinyatakan negatif sejauh ini. slot asia

Sementara itu, jumlah korban tewas bertambah tujuh orang. Sejauh ini, 156.635 orang telah meninggal akibat COVID-19 di Indonesia.

Update data pasien Covid-19 dari Rabu, 8 Juni 2022 12:00 WIB hingga hari ini (6 September 2022) Kamis tercatat pada waktu yang sama.

Sebelumnya, Menteri Koordinasi Penanaman Modal Maritim (Minco Marvis) Luhut Bensar Pandjetan berpesan kepada Presiden Jokowi untuk tidak terburu-buru agar Covid-19 keluar dari wabah dan menjadi endemik.

Luhut meminta Presiden Jokowi bersabar karena kasus Covid-19 belum sepenuhnya terkendali. Secara khusus, jumlah kasus per hari telah meningkat menjadi 500 dalam beberapa tahun terakhir. Luhut juga melaporkan bahwa telah terjadi peningkatan di Amerika Serikat dan muncul jenis baru Covid-19.

Oleh karena itu, sulit untuk mengubah situasi menjadi endemik saat ini.

(9/ Makanya kita tidak terburu-buru dengan pandemi. Saya sudah mengusulkan ke Presiden pekan lalu. Tunggu dua bulan saja Pak Juni 2020), kata Luhut Kamis dalam rapat Bangar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta . . 2022).

Luhut mengatakan dalam dua bulan ke depan Indonesia bisa menjadi endemis jika bisa mengendalikan Covid-19 dan jika kasus tidak bertambah. Terutama sebagai hadiah untuk Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus.

Luhut berkata, “Jika Anda bertahan selama dua bulan terakhir, saya pikir Anda akan mendapatkan hadiah Anda pada 17 Agustus.”

Namun, Luhut tidak mau sombong dan mengingatkan semua pihak untuk menertibkan wabah tersebut. Secara khusus, ada kebutuhan untuk mendorong kembali vaksinasi.

“Tetapi sekali lagi, sistem kita harus tetap sangat penting dalam hal ini, terutama pada tahap awal vaksinasi, yang menurut saya harus didorong oleh kita semua,’” pungkas Luhut.

Gugus tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai Indonesia sudah memasuki tahap endemis. Kementerian Kesehatan (Cheminex) menanggapi pernyataan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Muhammad Shiarel kepada merdeka.com, Rabu, 8 Juni 2022, ”Ikuti pengumuman resmi pemerintah.

Syahrel membenarkan bahwa keputusan pemerintah tersebut telah mendapat masukan dari semua pihak terkait.

Profesor Zubiri Djerban, ketua Satgas PB IDI, sebelumnya menilai Indonesia sudah memasuki tahap endemis. Ini dapat dilihat di beberapa metrik yang menunjukkan grafik yang ditingkatkan.

Zubiri Djerban yang sudah dipastikan menginap di Jakarta mengatakan, “Apakah Indonesia benar-benar dalam proses settlement? Saya jawab iya. Kenapa? Karena angka positifnya stabil di bawah 3%. Bed occupancy dan mortalitas juga tinggi. sangat rendah.” “Katanya. di hari Rabu. 8 Juni 2022.

Berbeda dengan Gugus Tugas IDI, Persatuan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) memperkirakan Indonesia belum memasuki tahap endemis Covid-19.

“Kami akan memasuki tahap yang menyakitkan, tetapi kami belum stabil,” kata Direktur Eksekutif PDSI Ervin Justiawan Swangto kepada Merdeka.com, Rabu (6/8).

Ervin mengatakan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Tingkat infeksi COVID-19 juga meningkat dari 0,3 menjadi 0,7.

“Kalau situasi sudah stabil, sebaiknya kita tidak mendaki lagi,” ujarnya.

Ia menegaskan, virus COVID-19 masih terus menyebar di Indonesia. Oleh karena itu, kunci pencegahan harus terus diciptakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) harus tetap diterapkan.

Irvin mengisyaratkan kasus Covid-19 di Australia. Saat ini, jumlah kasus yang dikonfirmasi dari infeksi virus corona baru (COVID-19) di Korea meningkat puluhan ribu per hari.

Ervin menekankan bahwa masyarakat Indonesia tidak boleh diberi kesempatan untuk penyebaran Covid-19. Saat virus menyebar, jenis baru COVID-19 kemungkinan akan muncul.

“Kami tidak tahu apakah (Covid-19) ganas atau lemah. Proses evolusinya acak,” katanya.

Kasus pertama virus corona muncul pada Desember 2009 di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Di antara mereka, virus menyebar dengan cepat ke ribuan orang tidak hanya di China tetapi juga di luar negeri, dan menjadi terinfeksi.

Pada 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Pengumuman itu datang dari balkon Istana Merdeka.

Ada dua terduga kasus infeksi corona, keduanya ibu dan anak. Mereka dapat ditemukan di Rumah Sakit Penyakit Menular di Jakarta Utara atau RSPI Profesor Dr. Saya dirawat intensif di Sulianti Saruso.

Pemerintah juga telah menerapkan pelacakan kontak pasien virus corona untuk mencegah penularan yang meluas. Dari hasil survei tersebut, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat.

Seminggu kemudian, pada 11 Maret 2020, kematian pertama akibat COVID-19 dilaporkan. Pasien merupakan WNA (WNA) yang termasuk dalam kasus COVID-19 yang didatangkan dari luar negeri. Hal itu terlontar dari mulut Achmad Yurianto, juru bicara resmi Sekretariat Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Yurianto mengatakan pasien positif tersebut adalah seorang wanita berusia 53 tahun. Pasien dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis dan memiliki penyakit penyerta yang sudah ada sebelumnya termasuk diabetes, hipertensi, hipertiroidisme, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Kemudian, pemerintah melakukan upaya untuk mengatasi penyebaran COVID-19 yang semakin meningkat. Diantaranya, beberapa peraturan telah diumumkan untuk membatasi penyebaran virus corona atau COVID-19. Peraturan tersebut dikeluarkan dalam bentuk keputusan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keppres.

Salah satunya Perpres Nomor 7 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona 19. Keputusan Presiden Jokowi ini ditandatangani pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah dibentuk untuk memerangi penyebaran virus corona.

Gugus tugas tersebut memiliki banyak misi, antara lain mengkoordinasikan dan memantau pelaksanaan rencana operasional percepatan penanganan virus corona dan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus corona.

Kepala Data dan Informatika BNPB Agus Wibowo menjelaskan, diperpanjang dari 29 Februari hingga 29 Mei 2020 karena semakin besar dan presiden sudah memerintahkan untuk dipercepat. Darurat virus Covid-9 di daerah Anda.

Ada juga rumah sakit darurat di Pulau Galang di Kepulauan Riau. Pulau ini pernah menjadi tempat perlindungan bagi warga Vietnam. Tempatnya rapi dan bisa menampung 460 pasien. Banyak gedung milik pemerintah lainnya juga telah digunakan sebagai tempat karantina bagi pasien yang terpapar COVID-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.