September 29, 2022
Spread the love

Selama masa transisi endemis di Indonesia, pemerintah telah menerapkan kebijakan melepas masker saat berada di luar ruangan mulai Rabu 18 Mei 2022. Lantas, kapan pemerintah akan mempertimbangkan untuk tidak memakai masker?

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisamito menanggapi bahwa pandemi global COVID-19 masih berlangsung. Pelonggaran protokol kesehatan, termasuk pelonggaran masker, hadir dengan sejumlah ketentuan, namun bukan berarti masker benar-benar kosong. link bola

Seperti yang saya katakan sebelumnya, Indonesia saat ini sedang dalam proses penularan (epidemi) COVID-19 dan World Health Organization (WHO) belum menyatakan pandemi ini berakhir.

Indonesia mulai melonggarkan kebijakannya, memutuskan untuk mengurangi penggunaan masker di tempat-tempat terbuka yang tidak ramai orang. Penggunaan masker masih berlaku di ruang terbatas seperti transportasi umum, di dalam venue acara, dan restoran.

Wiku Adisamito mengingatkan, meski masker sudah dilonggarkan, masyarakat tetap bisa menerapkan protokol kesehatan secara umum. Pasalnya, selama lebih dari dua tahun pandemi COVID-19, masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi telah menjadikan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari.

Protokol kesehatan yang tetap menggunakan masker di ruang tertutup dan padat, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebagai bentuk pola hidup bersih dan sehat di masa wabah.

Masyarakat juga harus waspada dan waspada dalam segala situasi dan situasi saat beroperasi di dalam dan di luar ruangan.

Wiku mengatakan di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, “Jadi kami berharap masyarakat dapat mempertahankan sebanyak mungkin kebiasaan positif tersebut untuk melindungi diri sendiri dan orang lain selama masa pandemi COVID-19 ini. pada hari Selasa. 18 Mei 2022.

Menurut Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadkin, dalam hal melepas masker, kesehatan itu sendiri yang paling bertanggung jawab. Ada rasa lega dalam masker luar ruangan, tetapi apakah akan menggunakannya atau tidak adalah pilihan pribadi.

Bodhi Junady mengatakan, “Setelah acara Kick Off Change Source, menggunakan masker (bekas) berarti Anda memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatannya dengan mengembalikannya ke masyarakat. Sekarang, ada banyak orang, termasuk yang masih memakai masker. Anda bisa melihatnya,” kata Bodhi Junady. Penggunaan bahan baku obat dalam negeri. Dan pada Kamis (6 Februari 2022) acara penyelesaian pabrik bahan baku farmasi tersebut dilaksanakan di PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopela di Cikarang, Bekasi.

“Sebaiknya juga pakai masker di dalam ruangan. Artinya masyarakat sangat paham (kesehatan sendiri).”

Dalam proses penularan endemik, masyarakat disadarkan melalui kesadaran untuk tetap sehat.

Budi Gunadi menambahkan: “Seperti yang dikatakan Presiden, penggunaan masker merupakan transisi dari pandemi ke pandemi. Jadi tetap sehat itu terserah kita masing-masing, termasuk protokol kesehatan kita.”

“Seperti flu. Misalnya kalau hujan, pemerintah suruh pakai payung. Lalu kalau batuk dan sakit jangan dipaksakan. Ya harus pakai payung.”

Bodhi Gunadi di samping acara di Stadion Internasional Jakarta di Jakarta pada Minggu, 29 Mei 2022.

 Apalagi, karena dunia belum sepenuhnya bebas dari COVID-19 saat ini, kemungkinan penularan virus corona masih ada.

Oleh karena itu, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan masyarakat dalam rangka pengendalian situasi nasional COVID-19. Orang yang dapat melepas topeng adalah orang dalam kondisi fisik yang baik.

Orang dengan gejala batuk atau pilek, seperti orang tua, penyakit penyerta, dan orang yang terinfeksi influenza, disarankan untuk memakai masker saat melakukan aktivitas di dalam dan di luar ruangan. Sejak Rabu, 18 Mei 2022, kebijakan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan telah diterapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.