November 28, 2022
Spread the love

Lamongan – 15 kecamatan di Kabupaten Lamongan Jawa Timur terdampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Data berdasarkan data terakhir Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan per 20 Mei 2022.

Saat ini diketahui telah mendistribusikan radio zone PMK dan menyebar ke 15 kecamatan di Lamongan, antara lain wilayah Takung, Kembangbahu, Saririgu, Turi, Mantop dan Njimbang. slot gacor gampang jp

Kemudian juga kabupaten Sugyu, Lamongan, Mudo, Basiran, Samping, Solokoro, Trip, Sukurami dan Sukudadi. Dari total 622 ternak, 433 terinfeksi.

Jumlah ini meningkat dari data sebelumnya per 16 Mei 2022.

Saat itu, 186 sapi terinfeksi, 73 sembuh, dan 6 mati, serta infeksi menyebar ke 11 kecamatan La Mongan.

Direktur Komunikasi dan Informatika Lamongan mengatakan: ”Ya, jumlah sapi penyakit kaki dan mulut meningkat di Lamongan dan ada empat kecamatan yang berbeda: Solokoro, Papat, Sukurami dan Sukudadi. Sapi dari populasi 622.433 terinfeksi. ” . , Sojeng Widodo kepada Surya.co.id, Sabtu (21 Mei 2022).

Menurut Sojing, korban di Lamongan meningkat, begitu pula kecepatan pemulihannya. Sebelumnya, 73 ekor sapi berhasil ditemukan dan 86 ekor sapi berhasil ditemukan.

Dari 433 sapi yang terserang penyakit mulut dan kuku, 86 sembuh, 6 mati, 32 dijual, dan 4 disembelih secara paksa, sehingga masih ada 305 sapi yang sakit saat ini. Sebagian besar berada di kawasan Taekwondo, ” dia berkata.

Dengan meningkatnya tingkat pemulihan, Sujing mengatakan masalah PMK masih relatif terkendali. Ia menambahkan, sapi-sapi yang tadinya nafsu makan dan tidak tahan, kini mulai membaik.

Terkait maraknya penyebaran penyakit mulut dan kuku yang menyerang ternak, Sujing mengatakan, hal itu karena penyakit mulut dan kuku cukup mudah menyebar.

“Bisa melayang di udara karena sangat mudah diangkut, sehingga deteksi dini sangat penting,” ujarnya.

Sogeng menegaskan, Pemkab Lamongan bersama instansi terkait lainnya terus melakukan tindakan pencegahan dan upaya penanggulangan wabah PMK di Lamongan.

Tahapan tersebut antara lain penutupan pasar hewan, penyemprotan disinfektan ke lingkungan rumah potong hewan, kandang ternak dan gerbong, perawatan ternak yang terinfeksi dan bergejala, pengelolaan imunisasi, dan pendirian posko.

”Berbagai upaya terus kami lakukan. Kami juga memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada para peternak atau pemilik hewan,” ujarnya.

Dia ingin siapa pun untuk melaporkan gejala penyakit sapi segera sehingga mereka dapat ditangani dengan cepat sebelum terlambat.

Seperti diberitakan sebelumnya, merebaknya penyakit mulut dan kuku di kawasan Lamontane diyakini bermula ketika seorang petani di Lamontane, yang pertama kali ditemukan penyakit mulut dan kuku di Sungai Balonfang Gresic setelah 28 April 2022, membeli ternak di pasar ternak.

Saat itu hanya ada dua sub-wilayah, dan sejak itu telah berkembang menjadi banyak sub-wilayah lain, hingga sejauh ini menyusup ke 15 sub-wilayah.

Diantaranya adalah Kecamatan Tecong, Sarrijo, Mantop dan Tori. Tak lama kemudian, sekitar seminggu kemudian, sebaran PKK bertambah menjadi tujuh kecamatan dengan penambahan wilayah Kembangbahu, Sugyu dan Najmbang.

Daerah Samping, Mudu, Basiran dan Lamongan kemudian ditambahkan sehingga membentuk 11 sub-daerah. Saat ini prevalensi PMK meningkat menjadi 15 kecamatan.

Pengarang: Hanif Almansouri

Artikel ini diterbitkan dengan judul: Kasus PMK Menyebar di Ramonan, Sekarang Wabah di 15 Provinsi, 433 Orang Terinfeksi Peternakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *