September 29, 2022
Spread the love

Gambar wasit dipukuli oknum anggota DPRD Namtanguerang dan disebarluaskan di media sosial ternyata milik Angkatan Darat Inggris.

Kasus oknum oknum anggota Republik Demokratik Rakyat Korea memukul wasit sepak bola akhirnya diselesaikan secara musyawarah dengan permintaan maaf pelaku.

Hakim di tempat ternyata adalah Cobda Ika Kurniawan, prajurit TNI dari Yonarhanudri-1/Kostrad.

Eka menjadi perhatian publik terkait insiden pemukulan terhadap seorang pemain sebagai wasit.

Menurutnya, kecelakaan adalah salah satu hal tersulit dalam bekerja sebagai wasit. slot gacor terpercaya

Eka mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada militer Indonesia: “Saya juga tahu bahwa kasus seperti itu telah menantang tugas saya sebagai wasit. Saya selalu berusaha menjadi ahli di bidang ini, tetapi saya seorang prajurit.” Halaman Facebook.

Cobda Ika adalah salah satu penguasa negara dan saat ini menjadi prajurit aktif di Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Sejak usia dini, Kupda Eka sangat menyukai sepak bola dan tampaknya telah menjadi bagian dari tim sepak bola Rajawali.

Cobda Eka berkata, “Saya menyukai sepak bola sejak kecil. Saya bergabung dengan batalyon tim sepak bola Rajawali dan berpartisipasi dalam beberapa pertandingan antar tim.”

Perjalanan Kupda Eka menjadi wasit dimulai saat ia hendak mengikuti pemilihan wasit.

Setelah itu, ia mengumumkan akan mengikuti pelatihan wasit tingkat regional, dan pada 2018 ia memperoleh lisensi wasit C-3 di Bekasi.

Kemudian, pada tahun 2020, Kovda Ika kembali mendapatkan lisensi wasit C-2 di Jakarta, dan pada tahun 2021, lisensi nasional C-1 di Palembang.

Setelah memperoleh sertifikat lisensi nasional C-1, Cubada Ica telah memimpin beberapa pertandingan sepak bola lokal atau tarkam/antar desa serta pertandingan sepak bola junior.

Dalam perjalanannya, Cobda Eka sering dipanggil wasit untuk beberapa pertandingan di Jakarta dan di PSSI Banten.

Kisah Cobda Ica terus memimpin pertandingan sepak bola.

Pada musim 2021/2022, Cobda Ica berhasil lolos uji publik untuk berlaga di kompetisi Liga 3 Asprov Banten dan melanjutkan ke Level 3 Liga Nasional.

Ketika Piala Swararten U-13 2022 berlangsung, Cobda Echo memimpin jalan ke final.

Kopda Eka kerap diminta memimpin beberapa pertandingan.

Namun, hanya ditolak karena bertepatan dengan waktu dia menjalankan tugasnya di batalion.

Cobda Eka mengatakan, “Saya menerima beberapa permintaan untuk mengadakan pertandingan di luar daerah, tetapi saya menolaknya karena tumpang tindih dengan tugas batalyon saya. Jadi saya biasanya menjadi wasit pertandingan di Jakarta dan Banten.”

Seperti diberitakan sebelumnya, video anggota Tangerang Selatan (Tangsil) memukul wasit saat pertandingan sepak bola cepat menyebar di media sosial.

Dalam video yang beredar, politisi Fraksi Jirendra Eddie Mamat memukuli seorang wasit yang memprotes keputusan pemberian kartu merah kepadanya saat pertandingan sepak bola di Stadion Mini Paco Jaya, Banten, Tangerang Selatan.

Dan setelah dilacak, kecelakaan itu terjadi pada Bakugaya Cup ke-2 yang diadakan pada hari Jumat (6 Oktober 2022).

Kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan atas apa yang terjadi di podium.

Namun, setelah melalui prosedur ini, Eddie Mamat dikenakan sanksi oleh panitia penyelenggara.

Eddie Mamat dilarang bermain di Piala Antar Desa (Tarkam) Bakugaya.

Larangan ini berlaku selama dua tahun berturut-turut.

Eddie Mammat serta klubnya Orkil FC akan dilarang mengikuti turnamen yang sama tahun depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.